Monday, 29 October 2012

BENCI JADI CINTA


Tiga tahun lalu, saya dan seorang sahabat baik sama-sama memutuskan untuk mengundurkan diri dari sebuah perusahaan Desain Interior di Bandung. Alasannya, sudah jenuh saja dengan semua rutinitas yang seolah tak pernah mengenal waktu.

Setiap hari berada dikantor/pabrik lebih dari 12 jam. Enam hari dalam sepekan. Bahkan seringkali menginap di kantor kalau pekerjaan menumpuk. Pulang pagi sudah tak aneh. Hari Minggu masih dibajak pula oleh bos untuk mengerjakan ini-itu.
Hasilnya ? hanya lebih sedikit dari upah UMR. Belum lagi falsapah keliru dari bos kita yang menyelewengkan moto “The Bos Is Always Right”. Habislah sudah kesabaran kita. Ternyata jejak kami diikuti teman-teman lain. Mereka seperti Bedol Desa mengundurkan diri.

Bagi saya tak masalah, kembali ke desa. Menjadi desainer freelance, menulis dan membuka usaha konvensional kecil-kecilan. Semua beres. Yang penting hidup tenang.

Berbeda dengan sahabat saya, YP. Dia punya segudang mimpi untuk mengembangkan usaha Rias Pengantin dan Katering Pernikahan milik orang tuanya. Saya sempat tertawa mendengar pengakuannya. Bagaimana tidak, keseharian YP jauh sekali dengan dua dunia itu.
Latar belakang pendidikan YP teknik konstruksi. Di pabrik pun tugasnya berhubungan dengan kerasnya dunia proyek. Bahkan berantem dengan tukang-tukang yang terkadang ngambek tanpa sebab. Olala.. sekarang harus berhubungan dengan make up, fashion, masak memasak, sendok garpu dan sebangsanya… Hahaha.. sebentar lagi langit pasti runtuh..
Namun YP ngotot. Dia tetap memaksa saya untuk membuatkan sebuah rencana kerja untuknya. Seperti saat di kantor dulu. Tugas saya dikantor lama memang membuat perencanaan proyek secara detail, dari urusan gambar, biaya, waktu, sampai cara pengawasan dan pengecekkan. Dan YP tinggal melaksanakannya sesuai apa yang tertera di kertas.
Untuk seorang sahabat, saya mencoba berfikir keras untuk membantunya. Akhirnya saya menemukan satu kelemahan besar dalam diri YP. Dia belum melek dunia digital. YP tak pernah tertarik untuk menjelajahi dunia lewat perangkat teknologi. Bahkan membenci dan mencemooh orang-orang yang berpelesir di dunia jejaring sosial. Dia menganggap semua itu hanya omong kosong belaka.
Saya berusaha meluruskan persepsinya. Mengajarinya perlahan. Membuatkannya alamat email dan mengikutkannya di sebuah jejaring sosial. Pertamanya dia protes, namun saya mengancam tidak akan membuatkannya sebuah rencana besar.
Yp mulai betah duduk di depan monitor komputer. Mula-mula hanya sejam sehari. Hanya untuk mengecek email dari saya di inbox dia. Kami memang tinggal berlainan kota. Kemudian dia mulai iseng, main-main di mesin pencari sebuah situs terkenal. Mengetik asal-asalan sebuah kata yang berhubungan dengan dunia Rias Pengantin dan Katering Pernikahan.
Selanjutnya tanpa saya ajari, dia asik dengan dunia barunya. Banyak hal bisa digali di dunia digital untuk mengembangkan bisnisnya. Pola pikir YP perlahan berubah. Wawasannya berkembang dengan cepat. Saya tak perlu kesulitan lagi dengan setumpuk perencanaan untuknya. Dia sudah punya perencanaan sendiri.
Tiga tahun berlalu. Bisnis keluarganya perlahan berkembang. YP tak lagi berkutat dengan cara-cara tradisional untuk mengembangkan usaha. Meski belum mencapai tahapan mimpi-mimpinya, namun YP bersyukur bahwa kini masih hidup layak bersama anak-anaknya walau tak lagi bekerja diperusahaan lama.
YP semakin cinta dengan dunia digitalnya. Karena memberikan benefit yang tak terhingga bagi kemajuan usahanya. Dia tak peduli meski saya sering meledeknya.
“ Benci yang menjadi Cinta ya YP….”

MENAKLUKAN DUNIA LEWAT CARA SEDERHANA


Sebenarnya tak pernah ada niatan sedikitpun dibenak saya untuk menjadi seorang guru. Meski dulu saya pernah mengenyam pendidikan guru. Tahu metode Paedagogik dan kenal beberapa buku psikologi terkenal karangan Carl Gustaf Young dan sebangsanya. Beberapa istilah psikologi pendidikan pun masih kenceng dalam ingatan saya.

Hingga kemudian saya ketemu Bu Dea. Seorang teman kakak saya yang sehari-hari profesinya menjadi pedagang di pasar Tanjungsari-Sumedang. Dia mengeluh bahwa anaknya yang sudah kelas dua SD belum bisa membaca dan menulis.
Saya tak habis pikir, apa saja yang dilakukan dia dan juga gurunya selama tiga jam didalam kelas. Benar-benar tak masuk akal. Saya pun berseloroh pada kakak bahwa saya bisa membuat anak itu bisa membaca dalam jangka waktu 24 kali pertemuan.
Rupanya candaan saya disampaikan kakak pada Ibu Dea. Dia pun meminta pertanggungjawaban untuk membuktikan kata-kata saya. Tentu saja saya jadi kalang kabut sendiri. Kok candaan, bisa dianggap serius oleh mereka.
Karena Bu Dea terus mendesak. Saya pun dengan sedikit terpaksa menyanggupinya. Lagian butuh juga duitnya untuk tambahan biaya semester. Pekerjaan saya akhir-akhir ini sepi klien. Jadi lumayanlah.

Pertemuan pertama dengan anak itu, namanya Galih. Menyisakan beragam tanya didalam benak saya. Apa sebenarnya yang dilakukan seorang guru di dalam kelas setiap hari. Galih memang terkesan nakal, tapi cukup kooperatif jika diminta melakukan sesuatu sesuai kehendak saya. Menurut pemahaman saya, Galih hanya butuh sedikit perhatian saja untuk membuatnya menjadi bersemangat untuk menaklukan dunia ( haha lebay ya..)
Tapi itulah kenyataannya. Selama ini Galih hanya bertemankan seorang pembantu yang sudah sepuh dirumahnya. Bu Dea dan suaminya sibuk menjalankan usaha tokonya di pasar. Pergi gelap, pulang pun gelap. Tujuh hari dalam sepekan. Jadi tak pernah memperhatikan Galih dan adik-adiknya.
Beruntung Galih pun tidak terlewat nakal seperti yang banyak digambarkan di sinetron-sinetron. Dia hanya ‘sedikit’ nakal. Dan itu menurutku wajar-wajar saja. Galih hanya butuh sebuah sentuhan yang akan mengembalikannya pada jalan yang benar.

Singkat kata dengan metoda kartu huruf yang saya perkenalkan. Dalam waktu 16 kali pertemuan, Galih sudah bisa membaca meski masih patah-patah. Namun dia sudah mulai tertarik untuk membaca setiap tulisan yang ditemukannya dimanapun. Saya senang. Keberhasilan Galih ternyata berawal dari sebuah candaan saya yang sedikit konyol.

Saya memenuhi janji pada ibu Dea. Hanya tiga bulan mengajar Galih secara privat. Beliau sangat kecewa dengan keputusan saya meninggalkan Galih yang mulai gemar membaca. Namun hidup saya harus tetap berlanjut untuk kembali memuaskan semua klien dengan desain-desain saya.

Saya hanya berharap pada sahabat-sahabat saya. Semua guru dimanapun. Untuk menyayangi semua anak di sekolah. Tak peduli dengan latar belakang apapun. Yang pintar, yang nakal, yang bersih, yang kumal, dll. Semua adalah anak-anakmu di dalam kelas.
Beragam ilmu psikologi yang pernah kalian pelajari di sekolah guru, menjadi tak ada artinya kalau kalian belum mampu menaklukan murid-muridmu dengan ilmu yang telah kalian pelajari. Memang sangat sulit, bahkan terkadang menguras emosi. Membuat tensi darah naik ke ubun-ubun. Tapi terimalah, karena itu profesi kalian.
Berilah semua muridmu sebuah sentuhan sederhana. Agar dia bersemangat untuk menaklukan dunia dan seisinya. Ajaklah mereka untuk bermimpi secara sederhana. Biarkan mereka menjelajah dunia lewat pola pikir sederhananya.
Tak perlu membuat mereka tampil seperti orang dewasa. Karena mereka masih anak-anak. Bersikaplah yang lembut dan hangat. Tak perlu jaga image untuk menunjukkan kekuasaanmu sebagai seorang guru yang patut digugu dan ditiru. Karena mereka tahu bahwa kau adalah gurunya yang perlu mereka hormati sepenuh hati.

Murid-muridmu adalah sosok mini dari manusia dewasa. Dia bukan seonggok daging tanpa makna. Mereka manusia sempurna yang berpikir dan bertindak lewat pola pikirnya yang masih sederhana. Tugas seorang gurulah untuk menyempurnakan semuanya menjadi sempurna.

Hingga mereka mampu berdiri tegar untuk menaklukan dunia.

KONSULTAN MIMPI SEDERHANA


Berawal dari keinginan kakak saya yang baru menikah untuk secepatnya punya rumah sendiri. Dia sudah bosan menjadi ‘kontraktor’ yang setiap tahun harus menyediakan dana segar untuk memperpanjang kontrak. Padahal waktu serasa berjalan begitu cepat. Tahu-tahu sudah akhir tahun, sedangkan dana segar belum tersedia. Maklum, kakak saya hanya seorang tukang ojek dan istrinya pedagang kios nasi kuning di pasar.
Saya kemudian iseng membuatkannya sebuah desain rumah sederhana. Mencetaknya dan memberikan padanya. Saya bilang,
“Gambar ini mesti kakak gantung di kamar tidur. Letaknya harus persis berseberangan dengan kepala tempat tidur. Supaya ketika akan tidur atau bangun tidur, kakak langsung melihatnya “

Singkat kata, kakak saya dan istrinya menuruti saran saya. Bahkan menaruh gambar rumah itu sebagai wall paper di ponsel mereka.
Hasilnya sungguh diluar. Mereka mengaku setiap malam selalu mimpi tentang rumah itu. Semangatnya untuk memiliki rumah kian berkobar. Namun efeknya kembali ke saya. Mereka minta advis selanjutnya supaya mimpi mereka menjadi kenyataan.
Akhirnya, mau tak mau saya menyusun sebuah planning sederhana untuk mereka. Membagi desain rumah menjadi pembangunan beberapa tahap. Juga alternatif beberapa pembiayaan pembangunan. Salah satunya alternatif pembiayaan melalui bank.

Sangat sulit memberikan pokok-pokok pemahaman pada orang awam tentang mekanisme pembiayaan yang mengatasnamakan sebuah bank. Untuk orang yang terlampau lugu dan sederhana seperti kakak saya, mereka telanjur terstigma negatif pada kata bank. Padahal ada beragam keuntungan jika kita sebagai nasabah berlaku jujur dan taat.
Sedikit demi sedikit stigma positif saya tanamkan dalam benak mereka. Sampai akhirnya kakak saya bertemu seseorang yang mengaku dari Bank Mandiri menghampiri kios nasi kuning milik mereka, di Pasar Tanjungsari, Sumedang.
  
Gayung pun bersambut. Semua saran saya, klop dengan penjelasan dari petugas Bank Mandiri. Mereka kian semangat, untuk meraih impian sederhana mereka lewat bantuan pembiayaan dari bank itu.
Hanya dibutuhkan waktu sepuluh hari untuk membiayai impian tahap pertamanya cair. Selama lima hari setiap minggunya, mereka diharuskan mencicil dengan cicilan yang ringan. Yah cukup terjangkau untuk penghasilan mereka sebagai wong cilik.
Kini pembangunan tahap pertama rumah sederhana mereka sudah selesai. Waktupun tak terasa terus berjalan. Hanya butuh empat bulan lagi bagi mereka untuk kembali mengajukan pinjaman. Agar pembangunan istana mungilnya memasuki tahap kedua.
Saya pun bernafas lega. Menyenangkan sekali menjadi saksi sebuah mimpi sederhana itu terwujud secara perlahan. Meski semuanya harus diperjuangkan dengan keras.

Saya jadi berfikir, bagaimana kalau pusat informasi yang benar dan jelas tentang sebuah Bank berada juga dikampung-kampung yang menjadi pusat ekonomi skala kecil.
Lebih tepatnya mungkin sebuah tempat konsultasi Sebuah Mimpi. Tidak  melulu soal Bank. Tapi bisa mencakup semua aspek dan tahapan-tahapan sederhana tentang mewujudkan sebuah mimpi menjadi kenyataan. Seperti yang telah saya lakukan pada Keluhan kakak saya, menjadi sebuah mimpi untuknya. Dan kemudian menjadikan mimpi itu menjadi sebuah kenyataan.
Terima kasih Bank Mandiri. Selamat datang di dunia mimpi sederhana orang-orang yang punya semangat tinggi.

·                     "Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.bankmandiri.co.id dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri ke-14. Tulisan adalah karya saya pribadi dan bukan merupakan jiplakan.“

Friday, 26 October 2012

BILA SURGA ITU ADA, TAKABONERATE SALAH SATUNYA


http://www.mymakassar.com

Pertama dengar nama Takabonerate, dari seorang teman yang baru saja pulang dari Makassar. Telingaku serasa asing mendengarnya. Temanku Alec, tak henti-hentinya mengisahkan petualangannya ke daerah yang katanya masih perawan itu. Sambil sesekali memperlihatkan photo-photo hasil bidikan kameranya. 

Semula, aku tak begitu tertarik. Tidak seperti teman-teman kantor yang lain. Mereka mengerubuti Alec seperti semut yang mengerubuti gula. Bagiku, yang memang kurang menyenangi wisata bahari, khabar tentang keindahan laut menjadi sebuah angin lalu saja.
Hingga suatu pagi aku iseng memasukkan kata Takabonerate di search Engine Google. Itu semata karena tak tahan dengan ocehan teman kantor yang menjadikan Takabonerate sebagai Trending topik selama pekan ini di kantor. Dan ternyata semua perkataan teman-teman membuatku terbelalak takjub.
Ternyata Takabonerate adalah sebuah taman laut di Sulawesi Selatan. Tepatnya di Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Takabonerate merupakan taman laut yang mempunyai kawasan atol terbesar ketiga di dunia. Dua yang lain ada di Kepulauan Marshall yaitu Kwajifein dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa. Luas total dari kawasan atol Takabonerate adalah 220.000 hektar dengan sebaran terumbu karang mencapai 500 km². Oleh sebab itu, Sejak Tahun 2005 Taman Nasional Taka Bonerate telah di calonkan ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia.
Setiap tahun, di lokasi ini selalu diadakan festival yang bertajuk Sail Takabonerate atau sebelumnya disebut Takabonerate Island Expedition. Dalam rangkaian Hari jadi Kepulauan Selayar. Tahun ini, Sail Takabonerate direncanakan akan dimulai 16-18 November 2012,dengan mengadakan pelayaran maritim dari Bali, Takabonerate,dan Kepulauan Spermonde.
Pantas saja jika Alec tak henti-henti menceritakan pengalaman indahnya selama melakukan ekpedisi ke Takabonerate. Aku sendiri yang kurang menyukai wisata bahari, langsung terkesan dengan pemandangan alam yang Tuhan ciptakan di Takabonerate. Pemandangan alamnya seperti gambar-gambar di kartu Pos dari kiriman temanku yang saat ini bertugas di Maladewa.
Akhirnya mau tak mau aku merapatkan diri ke Alec untuk mengorek bagaimana caranya aku bisa melancong ke Takabonerate suatu saat. Dan dengan jumawa Alec berkata.
“ Perjalanan kesana termasuk sebuah perjuangan yang cukup sulit. Belum lagi untuk kita yang notabene dari pulau Jawa. Tapi setelah nyampe disana, dijamin, segala perjuangan itu tak ada artinya. Disana bener-bener surga Bro…. “
“ Memang sesusah apa ? “
“ Pokoknya kalau kamu kesana, harus siap fisik dan mental. Tak hanya duit segepok saja yang harus disiapin.  Jangan harap hanya duduk manis dipesawat, begitu turun trus disuguhin red karpet selamat datang. No..no… Petualangan baru dimulai saat kamu nyampe di Makassar. Pertama kamu harus naik bus dari Makassar ke Bulukumba selama lima jam. Setelah itu, lanjut ke Pelabuhan Pematata Selayar menggunakan kapal ferry sekitar dua jam, lanjut lagi ke Benteng dengan jarak tempuh selama satu setengah jam. Setelah itu naik kapal kayu selama lima jam ke pulau terdekat yaitu Rajuni Kecil “
“ Wah ternyata cukup menguras tenaga juga ya “
“ Tentu ! Makanya fisik kamu harus benar-benar sehat kalau mau kesana. Tapi di jamin dah, kamu gak bakal rugi kalo sudah nyampe di Takabonerate. Menurut gua, Bila Surga itu memang ada, maka Takabonerate salah satunya

Monday, 15 October 2012

Biar Erna Jadi Kinclong Katanya…. hehehe


By Deddy k. Sumirta

Sudah lama aku tak mengunjungi Teteh ( Kakak dalam bahasa Sunda ). Bukannya tidak kangen, tapi beragam kesibukanlah yang menyebabkanku tidak bisa leluasa mengunjunginya. Kalo semasa kuliah dulu masih mending, ada banyak waktu. Kalo sekarang ? Wahh… Sepulang kerja rasanya dunia sudah ambruk saja. Letih bukan kepalang. Pasti Erna, keponakanku sudah mulai remaja ya… Kangen sekali padanya.

Berkali-kali gadis abg itu menelepon. Mengadukan ibunya yang makin cerewet dan bawel. Aku cukup surprise dengan cerita Erna. Dulu Teteh sangat pendiam, mana mungkin berubah se drastis itu.
Namun cerita Erna benar adanya. Terbukti saat aku mengunjunginya akhir pekan kemarin. Aku memang menginap di rumahnya. Sewaktu Erna dan adiknya beranjak mau tidur, beragam upacara ala puteri-puteri keraton dimulai ( hehe.. Erna menyebutnya demikian saking ribetnya ). Padahal intinya hanya satu. Supaya Erna terbiasa merawat tubuhnya. Biar seperti gadis-gadis lain. Terlihat mulus dan cantik.
Erna memang terkesan tomboy. Gadis abg itu tak ada lembut-lembutnya. Senangnya main sepak bola dan layangan. Makannya pun banyak. Aku sempat kaget melihat porsi makannya yang melebihi kuli pelabuhan. Pantas saja tubuhnya menjulang melebihi tinggiku, padahal baru empat belas tahun. Jauh sekali perbedaannya dengan gadis sebaya dia yang biasanya masih imut-imut. Makanya Teteh khawatir dengan perkembangan Erna. Dia berdoa agar Erna berhenti bertambah tinggi. Ahh… Teteh, ada-ada saja…
Teteh ingin menularkan kebiasaannya saat remajanya dulu. Melakukan perawatan tubuh secara tradisional. Luluran untuk kulit menggunakan beragam rempah alami. Tentu sangat merepotkan. Apalagi harus dilakukan oleh gadis-gadis masa kini seperti Erna. Biasanya berujung dengan pertengkaran ibu dan anak. Seperti malam itu.
“ Cara Teteh sudah tidak jamannya lagi sekarang. Gadis-gadis seperti Erna tak mungkin mengikuti cara kuno seperti yang Teteh lakukan. Sudah ketinggalan jaman “ Aku berusaha menengahi pertengkaran mereka.
“ Lalu Teteh harus bagaimana ?”
“ Harus dicari hal yang praktis. Meski Teteh dan Erna tinggal di desa. Tapi harus juga mempunyai pengetahuan yang luas tentang dunia. Hal-hal baru dan lainnya termasuk bagaimana caranya menjadi cantik dengan cara yang praktis “
Aku mengajak Teteh melihat ke www.rumahcantikcitra.co.id di laptopku. Supaya wawasannya bertambah. Meskipun Teteh perempuan yang sederhana, tapi dia termasuk perempuan pintar. Teteh langsung lihai mencari informasi di internet.

Untuk menjadi cantik, tidak perlu repot. Semua yang disediakan alam sudah dikelola manusia dengan lebih baik di zaman teknologi yang canggih ini. Termasuk untuk perawatan kulit di malam hari. Seperti kata dokter spesialis kulit dan kelamin Eddy Karta.

“Malam hari adalah saat di mana sel-sel kulit memperbaiki diri dengan membangun sel baru serta kolagen yang rusak. Proses ini terjadi melalui pembelahan sel-sel lapisan kulit, dan memproduksi lapisan sel kulit yang baru,”
Dari dulu Teteh sudah tahu pentingnya melakukan perawatan tubuh di malam hari. Tak hanya membasuh lapisan kulit tangan, kaki dan wajah dengan sabun pembersih. Tetapi melengkapinya juga dengan olesan masker yang dibuat dari beragam bahan alami seperti yang diajarkan ibu kami.
Namun Teteh kini dapat pengetahuan baru dengan mengunjungi www.rumahcantikcitra.co.id. Ternyata sudah ada produk perawatan kulit di malam hari, yaitu Citra Night Whitening  yang berfungsi untuk mencerahkan kulit tubuh dimalam hari. 

Produk Citra Night Whitening  mengandung  mulberry dan minyak biji anggur . Kedua bahan alami tersebut memiliki peran penting untuk tubuh, khususnya untuk mencerahkan kulit, menghaluskan dan memberikan relaksasi pada tubuh. Itu sebabnya mengapa kandungan mulberry dan minyak biji anggur dalam Citra Night Whitening diperuntukan untuk dipakai dimalam hari.
Di Fanpage Facebook Citra juga bisa dipaparkan bagaimana khasiat biji anggur untuk kecantikan kulit. Yakni :
1. Memiliki khasiat melembabkan dan menyegarkan kulit secara optimal.
2. Minyak biji anggur punya khasiat anti aging yang mencegah kerutan akibat radikal bebas.
3. Minyak biji anggur mengalahkan Vitamin C dalam khasiatnya mencerahkan warna kulit.

Bahkan Dr.Masquelier, seorang peniliti asal Perancis, menemukan zat anti kanker berupa proanthocyanidins dalam biji-biji anggur. Keampuhan proanthocyanidins ini dapat menangkal radikal bebas 20 kali vitamin C dan 50 kali vitamin E. Ekstrak biji anggur juga dianggap lebih aman dari suplemen anti oksidan vitamin A dan E karena terlarut dalam air.

 Akhirnya Teteh tersenyum lebar dengan segala penemuannya. Dia tak menyangka bahwa dunia terasa begitu luas hanya dalam sekali sentuh. Yang paling sebel tentunya aku. Kenapa ?
Karena pagi-pagi sekali teteh sudah mengajakku pergi ke kota untuk membeli Citra Night Whitening . Biar Erna jadi kinclong katanya…. hehehe

Friday, 12 October 2012

ANGAN SEDERHANA UNTUK PLN


By Deddy k. Sumirta


Sejak hidup mandiri dan memiliki rumah sendiri di tahun 2000. Saya tak pernah mendapatkan masalah yang berarti dengan PLN. Dari proses penyambungan instalasi sampai pencatatan meteran dan lain-lain, semuanya lancar. Saya sendiri memang termasuk orang yang menyukai mempersiapkan segala sesuatunya lebih dini. Seperti mempersiapkan perangkat penerangan recharge yang tak pernah lupa di recharge. Untuk dipergunakan tatkala sambungan listrik tiba-tiba terputus atau mati seketika. Namun biasanya, listrik mati tiba-tiba seringnya terjadi saat musim penghujan tiba. Sampai saat ini aku tak pernah tahu alasannya kenapa. PLN bisa menjawab ?. Karena kalau di musim kemarau, hampir tak pernah terjadi kejadian serupa. Paling kalau ada kerusakan jaringan atau pemeliharaan jaringan. Hal ini biasanya diinformasikan dahulu lewat surat kabar atau pusat informasi PLN.
Konsumen PLN memang sudah sepantasnya tak perlu tahu mengenai dapur PLN. Kewajibannya kan hanya satu. Membayar rekening listrik tepat waktu. Dan sebagai konpensasinya, konsumen berhak mendapatkan pelayanan terbaik. Salah satunya ya.. aliran listrik yang tak pernah terputus. Siaga 24 jam sehari tanpa putus. Namun alangkah bijaksananya jika PLN juga menyebarkan informasi sebanyak-banyaknya pada konsumen, seperti jawaban atas pertanyaan saya di atas.
Masyarakat Indonesia kian cerdas kok. Tak terkecuali yang menetap di kampung kecil seperti saya. Bisa memilah-milah mana yang termaafkan atau tidak. Sebagai bangsa yang beradab, kita terkenal sebagai bangsa pemaaf, asal semua ada alasan yang terang benderang dan masuk akal.
Harapan yang lain pada PLN, adalah pemerataan teknologi. Tak hanya masyarakat kota besar saja yang bisa menikmati teknologi tercanggih listrik. Masyarakat pedesaan seperti saya juga ingin merasakannya. Misalnya teknologi listrik yang bisa dipergunakan juga sebagai akses internet yang murah meriah. Ketinggalan jaman ya ? Padahal saya pernah melihat beritanya beberapa tahun lalu di sebuah televisi swasta. Tapi gaungnya kok tak pernah kedengaran lagi. Kemana ya ? Atau malah saya yang ketinggalan informasinya ?... Hahaha… Siapa bisa membantu ?. Harapan yang sederhana dari seorang anak bangsa yang hidup di dusun yang cukup sunyi. Jauh dari hingar bingar kota yang gemerlap.
Yang saya dengar akhir-akhir ini malah beragam teknologi mobil listrik yang canggih. Semua elemen masyarakat dan institusi berlomba-lomba menciptakan mobil listrik. Ingatan saya malah membayangkan jalanan yang semakin macet dengan lautan mobil. Sekarang saja, jalan-jalan sudah menjadi sungai besar yang airnya mobil, meski bahan bakar sangat mahal dan langka. Bagaimana nanti kalau bensin sudah tergantikan oleh listrik yang tentunya lebih murah.

Ahh.. mungkin saya terlalu pesimis dan antipati ya, karena tak punya mobil seperti orang lain.. hehe. Bukan begitu juga kaleee… Di dusun yang sunyi seperti ini, untuk apa mobil ? sepeda saja sudah cukup. Yang lebih canggihan dikit, paling sepeda motor. Kalau sepeda motor berbahan bakar listrik saya sangat berminat ! Siapa yang berani memulainya ?

Yang tak kalah penting dari semuanya tentu masalah sumber listrik itu sendiri. Kalau boleh dibilang bahan baku ya itulah mungkin lebih jelasnya. Selama ini yang banyak terdengar hanyalah diversifikasi produk listrik. Semua kalangan berlomba menciptakan produk turunan yang baru dari listrik.

Yang akhir-akhir ini terdengar kencang adalah sumber energi listrik dari SAMPAH. Kata behurup enam dan berawalan S itu memang terdengar kurang sedap. Namun saat ini itulah sumber energi terbarukan yang menyedot minat dunia.

Meski teknologi listrik dari sampah tergolong Mahal, seperti kata menteri ESDM Jero Wacik (Menteri: Harga pembangkit listrik sampah mahal : Tuesday, 10 July 2012 23:11 : WASPADA ONLINE ). Namun menurut saya, hanya sampahlah harapan dunia saat ini yang paling menjanjikan sebagai bahan baku energi listrik.
Makanya langkah-langkah spektakuler pihak-pihak terkait di seluruh Indonesia pada pemanfaatan sampah patut diacungi jempol dan di dukung. Seperti :
1.                          keberhasilan PT Growth Asia di Medan yang berhasil membuat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Biomassa yang terbuat dari limbah seperti cangkang sawit, jerami, dan lannya (WASPADA ONLINE, July 2012 23:11)
Pemerintah Kota Bandung dalam waktu dekat ini akan menggelar tender pengolahan sampah di tempat pembuangan sampah Gedebage. Sampah di tempat tersebut berpotensi menghasilkan listrik sebanyak 8 megawatt (MW) namun untuk mengolahnya butuh investasi sekitar US$ 90 juta. )KONTAN.co.id-

SURABAYA, (PRLM).- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan pembangkit listrik tenaga sampah yang diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan sampah dan sebagai alternatif sumber energi. (PIKIRAN RAKYAT ONLINE :

“ General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) dan Tangerang Purnomo Willy mengatakan, PLN memiliki kewajiban membeli listrik yang berasal dari sumber energi terbarukan, seperti dari sampah. “Kami punya kewajiban membelinya, berapa pun harganya,” kata Willy (KOMPAS. Com)

Wednesday, 10 October 2012

KEPONAKAN-KEPONAKAN TERSAYANG


KEPONAKAN-KEPONAKAN TERSAYANG

By Deddy k. Sumirta
Sejauh ini aku tak pernah menyangka bahwa caraku memperlakukan semua keponakan bisa mejadi sebuah cerita unik. Ini berawal dari kebiasaanku mengajak beberapa keponakan yang masih kecil untuk jalan-jalan. Entah ke pasar pagi Unpad atau ke sebuah mal di kawasan Jatinangor bila ternyata hari itu aku terlambat bangun. Memang tak ada acara yang ‘wah’ saat kami kesana. Hanya berburu kuliner. Bila ada uang lebih, mereka kubelikan beberapa barang atau mainan yang lucu-lucu. Disamping itu, aku juga mengajarkan pada mereka untuk berani naik kuda atau menaklukan beberapa permainan di arena mini out bound. Semua itu kulakukan agar keponakan-keponakanku berani tampil di muka publik. Maklum mereka termasuk anak-anak desa yang sifat pemalunya sedikit lebih tinggi dari anak-anak kota.
Biasanya, keponakan yang kuajak adalah anak yang sudah berumur minimal tujuh tahun. Di usia seperti itu, aku tak begitu repot untuk mengawasinya. Bila kurang dari tujuh tahun, aku pasti kerepotan bila tiba-tiba mereka kebelet pipis, merengek-rengek ngambek atau bahkan kebelet pup. Kalau usianya sudah tujuh tahun, mereka lumayan sudah mandiri dan bisa sedikit mengurus dirinya sendiri. Jadi kebersamaan kami bisa lebih menyenangkan tanpa gangguan dan rengekkan.
Sebenarnya aku tak pernah menyangka bahwa perlakuanku kepada mereka begitu membekas di ingatan anak-anak kecil itu. Rupanya pengalaman kebersaan kami begitu menyenangkannya hingga tak pernah mereka lupakan. Terbukti saat mereka beranjak remaja dan memiliki komunitas bermain sendiri, cerita tentang akhir pekan itu kerap kudengar diceritakan oleh keponakanku pada teman-temannya.
Aku jadi merasa tersanjung kalau mendapati mereka membicarakan semuanya. Berarti mereka tetap ingat pada kegembiraan kami. Meskipun dulu aku sempat marah ketika keponakan-keponakanku berselisih paham karena program jalan-jalan itu kuhentikan. Ceritanya begini :
Seiring waktu, keponakanku bertambah. Semula ada dua orang keponakan yang rutin aku ajak jalan-jalan. Tahun berikutnya tambah satu orang lagi. Tahun berikutnya tambah lagi. Bahkan keponakan yang tidak satu komplek perumahan dengan aku pun ikut-ikutan. Aku cukup repot bila anak-anak yang kubawa lebih dari empat orang. Disamping repot mengawasi, dana operasional untuk membiayainya pun cukup menguras dompet. Apalagi kalau banyak, mereka jadi lebih berani tunjuk ini tunjuk itu. Alhasil di kemudian hari, aku memutuskan untuk menghentikan acara jalan-jalan di akhir pekan itu secara permanen. Demi Tuhan, rugi bandar.
Rupanya keputusanku menghentikan acara jalan-jalan, menjadi semacam perselisihan diantara mereka. Dari cerita yang kudapat dari kakak-kakakku, mereka kerapkali saling tuding sesamanya saat melihat sepupunya mempunyai mainan baru. Dikiranya aku yang membelikan. Belum lagi setiap Minggu pagi tiba. Satu persatu mengintip rumahku dipagi buta. Semata-mata untuk memastikan bahwa tak ada satu keponakanku pun yang kuajak jalan-jalan pagi itu.
“ Sampai segitunya mereka berselisih Kak ? “ Aku bertanya.
“ Iya. Mereka takut kalau kamu lebih memilih sepupunya daripada dia sendiri“
Cerita mengenai keponakan-keponakanku pun terus terurai.  Mereka kerap kali memancing rasa marah orang tua mereka. Dengan sengaja mengusili adiknya yang masih kecil, atau tanpa sebab merusak mainannya sendiri. Apalagi saat mendengar aku memanggil salah satu sepupunya. Mereka langsung mengintip, apa gerangan yang dilakukan oleh kami. Padahal biasanya aku hanya menyuruh salah satu diantara mereka untuk membelikanku sesuatu. Karena rumah kami berdekatan satu sama lain. Sambil berseloroh, kakakku minta pertanggungjawaban atas kekacauan yang kutimbulkan.
Aku baru tahu kemudian, setelah membaca artikel tentang psikologis anak. Ternyata keponakan-keponakanku mengalami rasa cemburu yang berlebihan tatkala mendapati bahwa kebiasaan yang sudah dijalaninya terhenti begitu saja. Akibat kemunculan anggota baru. Hingga mereka berusaha mencari perhatian dengan cara mereka sendiri agar kesenangan yang dulu didapatnya, terulang kembali. Mereka jadi saling curiga, sensitif dan cepat tersinggung.
Wah-wah, mengapa bisa jadi seperti ini ya. Aku sendiri bingung. Aku bukan orang tua mereka. Aku cuma ingin ikut menyayangi mereka. Mengapa aku yang harus tanggung jawab. Apakah salah kalau aku berusaha menjadi seorang paman yang baik bagi mereka ?
Ahh… Seorang mahluk hidup yang bernama Manusia memang terlalu unik. Tak pernah ada matinya. Termasuk anak-anak sekalipun.


* http://www.ayahbunda.co.id/artikel/Balita/Psikologi/tanda.anak.cemburu/001/007/1237/2