Monday, 26 November 2012

Deprimaterra…. Bandung Pisan Euy…



Tugas diakhir tahun memang suka ada-ada saja. Dari mulai audit tahunan, closing administrasi dan segala tetek bengek yang membuat kepala keliyengan. Belum lagi harus berhadapan dengan ratusan email klien tentang beragam permintaan. Mending kalau testimony yang menggembirakan. Paling sebel kalau isinya melulu soal keluhan.
Sebagai tambahan pekerjaan yang cukup menyita perhatian adalah soal masa kontrak pabrik yang ditempati sekarang. Beberapa bulan lagi masa kontrak berakhir. Harus segera dicarikan jalan keluarnya. Tetap stay atau mencari lokasi lain yang lebih menguntungkan.
Sebagai seorang Corporate Secretary di satu perusahaan yang lagi berkembang. Saya cukup dipusingkan dengan hal ini. Maklum, perusahaan kami adalah perusahaan Design Interior yang tak cuma menjual design saja. Namun memproduksi pula beragam keperluan untuk mewujudkan design yang telah dibuat. Jadi tidak mempergunakan produksi perusahaan lain untuk mewujudkan design kami.
Untuk masalah pabrik sepertinya tak mendatangkan problem. Pabrik yang saat ini ditempati, masih cukup memadai untuk menjalankan produksi. Lagian perlu rencana matang kalau ingin pindahan.
Masalahnya terletak pada lokasi pergudangan yang semakin hari semakin sempit saja dirasakan. Barang produksi kami memang banyak yang nyeleneh. Tidak seperti barang consumer good yang cukup rapi kalau ditumpuk. Banyak barang yang membutuhkan space khusus untuk menyimpannya agar tidak rusak.
Barang-barang interior seperti furniture dan sebangsanya memang begitu rentan sekali rusak. Terutama dari hewan kecil seperti kutu kayu. Padahal barang-barang produksi kami sudah melalui proses untuk menghilangkannya seperti fumigasi atau pencampuran obat tertentu dalam proses produksi. Tapi ada kalanya sang kutu dapat kembali menggerogoti barang jika penyimpanannya tidak higienis.
Mimpi buruk pernah kami alami saat mendapati komplain dari sebuah resort di Honolulu. Kata pihak hotel, tamu yang menginap disana mengeluh gatal setelah menginap di sebuah kamar resort. Penyebabnya ternyata dari hewan bernama kutu. Dan setelah diteliti, kutu tersebut identik dengan kutu kayu yang hidup di Asia.
Tudingan pun mengarah ke perusahaan kami. Karena furniturenya diisi oleh produk perusahaan kami. Jadilah peristiwa itu menjadi mimpi buruk yang menguras emosi, tenaga dan materi yang tak terhingga.
Saat ini perusahaan kami hanya bermain di dalam negeri saja. Klien-klien perusahaan kebanyakan dari Jakarta. Beberapa malah selebritis top dan pejabat tinggi. Jadi tak salah kiranya jika perusahaan menginginkan Area Pergudangan yang letaknya strategis. Berada diantara pabrik di Bandung dan kantor marketing yang ada Jakarta.
Syukur-syukur di masa depan, Area Pergudangan dapat menyatu dengan pabrik sebagai satu Kawasan Industri. Karena selama ini susah sekali menemukan Kawasan Industri dan pergudangan di Bandung Indonesia yang cukup representative.
Akhirnya seorang kolega menyarankan untuk mengunjungi sebuah situs pergudangan  www.deprimaterra.com. Sayapun mengikuti sarannya. Buka android dan  Googling. Dan…… Olala…. Ternyata ada ya… Kawasan Industri dan pergudangan di Bandung Indonesia. Lokasinya bahkan satu jalur dengan pabrik kami di Jl. Moch. Toha.
Bandung ternyata memiliki de Prima Terra  yang terletak di kota Bandung, tepatnya di sebelah selatan Tol Road padalarang Cileunyi dan sebelah timur Jl. Raya Sapan. Sebuah Kawasan Industri dan pergudangan  yang terdiri dari 165 bangunan eksklusif, dan berada di salah satu tempat yang sangat strategis di kota Bandung.
Tak hanya itu, de Prima Terra ternyata lokasinya bebas banjir, bebas preman kuli bongkar, dilengkapi CCTV, kontruksi bangunannya juga kokoh, serta mempunyai design modern yang mengusung misi Go Green. Ya…. Sebagai Kawasan Industri dan pergudangan ,  de Prima Terra cukup menyejukkan mata dengan lahan penghijauannya di setiap area.
Sekitar 300 meter kiri dari gerbang masuk, akan ditemui lahan hijau gandum. Begitu juga dengan jalan beton menuju gerbang masuk  yang benar-benar bagus dan rapi.
Bila melihat kenyataan seperti ini, sepertinya de Prima Terra lah yang paling cocok untuk dijadikan pilihan terakhir perusahaan kami. Cocok sekali dengan konsep perusahaan kami yang selalu menjunjung tinggi nilai estetika dalam sebuah Bangunan yang modern.
Saya pun akan dengan lega hati membawa proposal de Prima Terra ini ke rapat direksi. Sebagai satu perubahan penting dalam usaha perusahaan kami untuk menjadi yang terbaik di dunia interior negeri ini.
Go….. de Prima Terra…… Go…….

Thursday, 22 November 2012

SANG FORTUNER….. The Real Fortune….


Susah memang kalau punya banyak keponakan yang masih pada bocah. Beragam tingkah polah anak kecil terkadang sulit diduga. Apalagi kalau sudah menyangkut insting seorang manusia yang memang sulit dijelaskan dengan akal sehat. Terkadang insting semacam itu membuat saya sebagai manusia dewasa lelah bukan kepalang, cukup menguras emosi.
Bahkan bisa jadi insting yang dipunyai sang bocah menyebabkan yang bersangkutan bersikap aneh, konyol atau bahkan nekad. Seperti yang diperlihatkan salah satu keponakan saya.
Sebut saja namanya Pewe. Bocah berumur lima tahun itu sangat tergila-gila dengan yang namanya Mobil. Sudah berkarung-karung mainan berbentuk mobil menjadi koleksinya. Anehnya, dia hafal betul semua koleksi mobil-mobilannya. Dari mulai bentuk, kegunaan, ukuran sampai detail yang bersangkutan.
Dia sering ngambek seketika jika tak menemukan mobil-mobilan yang dikehendakinya. Makanya kami tak pernah berani menyentuh mainannya.
Selain barangnya, si Pewe juga mengoleksi ratusan gambar mobil yang ada di majalah, poster atau buku. Bila main game pun, yang dipilihnya pasti game balapan mobil atau sejenisnya. Makanya komputer dia disesaki oleh gambar dan game mobil.

Yang paling parah tentu kegilaan dia yang lain. Memang sedikit memalukan. Tapi itulah dia. Kegilaannya yaitu tak pernah mau diajak pulang kalau sudah diajak jalan-jalan ke jalan raya yang disesaki mobil-mobil yang berlalu-lalang.
Saya harus menungguinya berjam-jam untuk memuaskan dahaga dia melihat wujud mobil yang asli. Pokoknya benar-benar Kamseu-upay.... Kayak manusia primitif yang baru kali itu melihat benda beroda hilir mudik dijalanan.
Tapi mau bagaimana lagi. Lawong namanya juga anak-anak. Pewe baru berhenti dan mengajak pulang kalau matanya sudah ngantuk. Karena saking lelahnya menatap mobil yang lalu lalang tak ada habisnya.
Saya terkadang kasihan juga dengan dia. Bagaimana caranya untuk mengalihkan perhatiannya, supaya tak lagi terobsesi dengan mobil yang berseliweran dijalan. Hingga akhirnya secara tak sengaja saya mengajak dia untuk main-main di Youtube.
Saya sendiri tak mengerti mengapa si Pewe jatuh cinta pada sebuah mobil yang ada di http://youtu.be/jEXNwtiJYcw. Matanya tak berkedip saat menyaksikan sebuah mobil Toyota Fortuner VN Turbo melaju di jalanan dengan gagahnya. Apalagi saat melihat sang Fortuner melanglangbuana di Fortuner Euro Asia http://youtu.be/XLgsSYSdtT8.
Pewe tak pernah melepaskan pandangannya dari layar monitor saat melihat empat unit Toyota Grand Fortuner 2.7 V AT 4x4  menembus banjir di Thailand dan melaju kencang di gurun pasir Taklimakan, Xinjiang China. Mulutnya ikut-ikutan mengeluarkan suara mobil yang menderu kencang di jalan.
Saya berulangkali memperhatikan ekpresinya saat menyaksikan Sang Fortuner  itu melintasi pegunungan bersalju dengan jalan yang berliku dan naik turun. Apalagi dalam cuaca ekstrim yang dingin sekali. Si Pewe seakan merasakan sensasinya. Dia ikut menggigil kedinginan.
Begitu pula saat Sang Fortuner  melaju kencang melewati jalan bebas hambatan di Negara Iran menuju Turki. Ekspresi sang bocah ikut melonjak gembira. Aku jadi penasaran. Apa sebenarnya yang ada dibenak bocah bandel itu.
Iseng-iseng kutanyakan pada dia apa yang dia rasakan ketika melihat Sang Fortuner  melaju kencang. Dan jawabannya sungguh membuatku ingin ketawa.
“ Kan Pewe ikut bersama di dalam mobil itu Om… Asik deh… Om sih gak ikutan…. Takut ya…. ? “
Bener-bener kurang ajar….! Nih bocah nakal…                                         
Siapa takut bersanding dengan gagahnya Sang Fortuner .
Mimpi kali… Yeee….

Bersama COMMON WEALTH… Semua Pasti Happy


Awal bulan kemarin, sepupu saya tergopoh-gopoh datang ke rumah. Saya cukup kaget dengan kedatangannya. Maklum sejak dia menikah sepuluh tahun yang lalu, kami tak pernah berjumpa.
Dari segi pemikiran, diantara kami memang cukup berseberangan. Dia memilih menikah selepas SMA. Maklum orang tuanya termasuk orang terpandang di kota kami. Pedagang yang cukup berhasil. Beberapa toko yang dikelolanya termasuk yang maju pesat. Makanya sepupu saya itu memilih menikah dan mengelola salah satu toko kepunyaan orang tuanya.
Berbeda dengan saya yang lebih memilih melanjutkan sekolah meski dengan dana yang seadanya.
Kehidupan memang selalu berubah tanpa disadari. Dari yang tadinya hidup berkecukupan, suatu saat dapat kembali ke titik nol secara tiba-tiba. Begitu juga dengan sepupu saya. Kehidupannya perlahan menurun setelah kematian sang ayah.
Entah kenapa, toko yang tadinya ramai pengunjung. Perlahan meredup. Tergantikan oleh toko-toko baru yang menawarkan sensasi baru juga pada pembeli.
Diawal-awal menikah, saya sempat memberikan pencerahan pada sepupu saya tentang pentingnya jaminan masa depan. Tak melulu soal Rekening Gemuk di sejumlah Bank. Namun perlu juga menopang masa depan dengan sebuah Asuransi Jiwa. Sayangnya dia tak tertarik.
Memang, untuk kalangan menengah yang tingkat pendidikannya tidak begitu tinggi. Asuransi Jiwa sedikit terstigma negatif. Biasanya erat kaitannya dengan proses klaim yang berbelit-belit. Birokrasinya cukup rumit. Padahal Klien Asuransi Jiwa bukan Pengemis. Dia hanya meminta haknya sebagai pemegang polis.
Makanya sepupu saya sedikit heran ketika saya ajak mengunjungi sebuah situs Asuransi Jiwa Terbaik  di internet yang  bernama PT Commonwealth Life.
Sebenarnya Commonwealth Life sudah ada di Indonesia 1992 dengan nama Astra Jardine namun berubah nama menjadi Astra CMG Life sampai dengan tahun 2007. PT Commonwealth Life baru diresmikan Juli 2007, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia nomor W7-07188 HT.01.04-TH 2007 tentang Persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas.
Saham PT Commonwealth Life 80 % nya di punyai Commonwealth Bank of Australia (CBA). CBA adalah salah satu perusahaan penyedia jasa keuangan terkemuka yang menguasai industri perbankan dan asuransi di Australia. Saat ini Commonwealth Life  tersebar di 19 kota besar dan didukung oleh lebih dari 7.500 Sales Force di seluruh Indonesia yang melayani Nasabah individu dan kumpulan.
Sebagai Asuransi Jiwa Indonesia,  Commonwealth Life menawarkan produk asuransi seperti:
1.      Proteksi, simpanan & Investasi dalam program unit link Investra Link
2.      Asuransi jiwa tradisional (Danatra Cendekia, Danatra Sejahtera)
3.      Perlindungan terhadap tabungan dan kredit (COMM Protection)
4.      Program asuransi tambahan (asuransi kecelakaan, jaminan rawat inap, penyakit kritis).
Investra Link  merupakan program yang memadukan Asuransi Jiwa dan Investasi secara fleksibel. Menawarkan perlindungan asuransi jiwa dengan beragam pilihan perlindungan bagi ketenangan hidup Anda dan keluarga. Beragam tujuan masa depan seperti pendidikan anak, persiapan masa pensiun, serta pertumbuhan investasi dapat direncanakan dengan Investra Link 
Keunggulan Investra Link yaitu : 
·                     Memberikan manfaat perlindungan jiwa seumur hidup, beragam pilihan perlindungan asuransi tambahan dan penyakit kritis.
·                     Memberikan perlindungan terhadap Penyakit yang Tidak Tersembuhkan, berupa manfaat sebesar 50% dari Uang Pertanggungan, bila Anda didiagnosa menderita Penyakit yang Tidak Tersembuhkan dan tidak dapat bertahan hidup lebih dari 12 bulan yang dinyatakan dengan bukti medis. Sisa dari Uang Pertanggungan akan diberikan kemudian bila meninggal dunia.
·                     Potensi hasil investasi yang optimal melalui 12 pilihan jenis dana investasi (termasuk 2 jenis dana investasi Syariah) sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko Anda.
·                     Fasilitas Inflation Link untuk menjaga nilai ekonomis Uang Pertanggungan dari pengaruh inflasi (khusus Premi Berkala)
Untuk produk-produk PT Commonwealth Life yang lain bisa menghubungi call center 500 525Kantor Pemasaran PT. Commonwealth Life terdekat atau Agency Sales Force PT Commonwealth Life yang tersertifikasi dan terlatih secara profesional dalam memberikan perencanaan perlindungan dan investasi sesuai dengan kebutuhan Anda
Dari segi pengurusan Klaim juga cukup mudah. Cukup mengisi formulir klaim dan melengkapi dengan dokumen yang dibutuhkan sesuai dengan jenis klaim yang di ajukan. Untuk mendapatkan formulir klaim, tinggal mengakses website   www.commlife.co.id  atau langsung menghubungi kantor pemasaran yang tersebar di seluruh Indonesia.
 DOKUMEN / PERSYARATAN KLAIM :
Klaim Meninggal :
·                     Formulir klaim ( K1 diisi oleh ahli waris dan K2 diisi oleh dokter )
·                     Polis
·                     KTP Tertanggung ( SIM bila kecelakaan )
·                     KTP ahli waris
·                     Sertifikat / Surat keterangan kematian
·                     Surat izin pemakaman / kremasi
·                     Surat evakuasi jenazah ( jika meninggal di luar negeri )
·                     BAP polisi ( jika meninggal secara tidak wajar dan kecelakaan )
·                     Medical Report ( catatan lengkap selama dirawat di rumah sakit )
·                     Dokumen lain yang dianggap perlu oleh Penanggung
 Klaim Rawat Inap / Penyakit Kritis / Pembebasan Premi / Cacat / Penyakit Tak Tersembuhkan :
·                     Formulir klaim ( M1 diisi oleh Tertanggung dan M2 diisi oleh dokter )
·                     Polis
·                     KTP Tertanggung / bukti diri lain untuk tertanggung tambahan
·                     Kwitansi RS asli / legalisir rumah sakit
·                     Medical Report ( catatan lengkap selama pasien dirawat di rumah sakit )
·                     BAP polisi ( untuk kasus kecelakaan )
·                     Dokumen lain yang dianggap perlu oleh Penanggung
 CARA MENGAJUKAN KLAIM, cukup datang ke Kantor Pemasaran PT Commonwealth Life terdekat untuk menyerahkan formulir beserta dokumen klaim dan mintalah tanda terima sebagai bukti  telah mengajukan klaim.
Selanjutnya, biar para petugas Commonwealth Life yang bekerja dan memprosesnya. Yang harus diingat hanyalah pengisian Formulir klaim yang lengkap. Juga dokumen pendukung sesuai dengan persyaratan yang ada. Karena seluruh formulir beserta dokumen klaim akan dikirimkan ke kantor pusat Commonwealth Life untuk diproses lebih lanjut.
PEMBAYARAN KLAIM, oleh PT Commonwealth Life kepada Pemegang Polis langsung di transfer ke rekening Pemohon. Jadi jangan lupa untuk mencantumkan secara lengkap nama serta no. rekening untuk proses pembayaran klaim dan pastikan bahwa ejaan nama sesuai dengan yang tercantum di buku rekening.
Khusus untuk klaim meninggal dimana ada beberapa ahli waris maka masing-masing ahli waris dapat menunjuk seorang wakilnya untuk menerima pembayaran klaim dengan melampirkan surat kuasa (draft surat kuasa dapat diminta di masing-masing Kantor Pemasaran Commonwealth Life)
Nah, cukup mudah kan !
Sepupu saya pun mendapat pencerahan baru mengenai Asuransi Jiwa Indonesia. Sayang, tetep saja kali ini saya harus rela meminjamkan tabungan saya untuknya…
Dasar Nasib……………                        

Monday, 12 November 2012

AKU INGIN KAYA



http://www.lintas.me
Uang memang bukan segalanya.
Tapi dengan uang kita bisa melakukan segalanya.
Aku cukup tercengang dengan pernyataan seorang anak kecil saat aku praktek mengajar di sebuah sekolah yang terpencil. Waktu itu aku bertanya pada setiap murid mengenai cita-cita mereka. Ada yang ingin menjadi dokter, tentara, polisi atau artis. Hanya ada satu orang anak yang sangat berbeda cita-citanya. Dia bernama Gugun.
“ Aku ingin jadi orang kaya “ Gugun berkata dengan mimik serius. Semua teman-temannya tergelak. Tapi anak ceking berpakaian sederhana itu tak bergeming. Dia tak ikut terbahak. Sorot matanya malah bebinar-binar.
“ Mengapa ingin jadi orang kaya ?” Aku bertanya.
“ Karena kalau aku kaya. Aku bisa jadi apa saja. Jadi dokter, jadi tentara, jadi polisi atau jadi apapun “
Aku jadi tak habis pikir. Mengapa anak belia seperti Gugun sudah menjadi ‘matre’ seperti itu. Jawabannya pun segera terhidang dihadapanku.
Gugun merupakan murid yang pakaiannya paling sederhana dikelas. Teman-temannya sering mengacuhkannya karena Gugun bukan teman yang keren untuk diajak bergabung. Begitu pula saat istirahat tiba. Gugun hanya memandang iri saat teman-temannya berlarian ke kantin untuk jajan.
Didalam kelas Gugun termasuk anak yang cerdas kalau saja tak sering bolos hanya untuk membantu orang tuanya bekerja diladang. Dalam pelajaran menggambarpun Gugun terlihat paling bagus gambarnya. Sayang gambarnya selalu hitam putih karena tak pernah mampu membeli potlot gambar atau crayon.
Saat aku berkunjung ke rumahnya karena suatu hal. Gugun terlihat begitu gembira dengan kedatanganku. Katanya baru kali ini ada seorang guru yang mendatangi rumahnya. Gugun bercerita panjang lebar tentang dia dan keluarganya. Tentang cita-citanya ingin menjadi orang kaya.
Kemiskinan memang selalu menjadi awal dari suatu kebodohan. Gugun hanya menatap tak percaya saat aku bilang bahwa uang bukan segala-galanya. Dia tetap keukeuh dengan pandangannya. Bahwa kaya berarti punya banyak uang. Aku sampai kehabisan kata-kata untuk menghentikan keras kepalanya.
Memang tak akan pernah terjadi semua manusia di muka bumi ini menjadi kaya semua. Tapi tentu tak harus terjadi pula keadaan getir dan miris seperti Gugun-Gugun lain yang bertebaran disetiap daerah dipelosok bumi Indonesia tercinta ini.
Gugun perlu mengecap indahnya masa anak-anak sesuai usianya. Dia perlu bermain dengan teman-temannya. Tak perlu merasa rendah diri dan terkucilkan hanya karena dirinya dilahirkan sebagai orang miskin. Karena dia tak pernah minta dilahirkan seperti itu.
Campur tangan pihak-pihak disekeliling Gugun mutlak diperlukan. Tak hanya peran pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan saja. Tapi peran guru dikelas dan pendidikan karakter yang ditanamkan sejak usia dini di sekolah dasar juga sangat diperlukan.
Supaya Gugun tak lagi mendendam pada kehidupan. Agar dia dapat memaknai kehidupannya secara lebih arif. Dia boleh bercita-cita menjadi orang kaya. Tapi tentu lewat perspektif yang lain. Tak melulu soal uang dan isi perut.
Agar di kehidupan dewasanya kelak. Hidupnya tak dipenuhi dengan kehidupan hedonis yang menghalalkan segala cara untuk sebuah kekayaan. Tak akan korupsi dan memanipulasi untuk menumpuk kekayaan.
Gugun harus hidup dengan kekayaannya yang lain. Yaitu kaya akan budi pekerti yang luhur.
Tugas kitalah sebagai orang dewasa untuk membentuk Gugun menjadi manusia yang kaya budi dan pekerti yang luhur. Generasi baru yang jujur dan bersih. Hingga kelak menjadi elemen bangsa yang akan menjadikan Indonesia ini menjadi besar dan disegani di muka bumi.
Itulah aksi yang sesungguhnya untuk Indonesia kita tercinta.

Thursday, 8 November 2012

NEW PANDAWA LIMA


Sewaktu KPK digawangi Antasari Azhar cs, para pemimpin lembaga ini kerap di juluki Pandawa Lima. Dimana dalam dunia pewayangan, Pandawa Lima menyandang tugas mulia untuk melenyapkan tindak durjana yang merugikan bangsa dan negara. Dan dikemudian hari, lembaga ini mulai menampakkan hasil.
Para Koruptor di negeri ini pontang-panting cari selamat. Tak ingin diberangus habis oleh Pandawa Lima. Bahkan besan penguasa tertinggi di negeri ini pun takluk pada Pandawa Lima. Tak ada tempat yang aman untuk berlindung dari ganyangan para Satria Piningit ini.
Walaupun KPK seperti kucing beranak yang sering pindah-pindah kantor karena tak punya gedung sendiri, namun langkah Pandawa Lima pantang surut. Karena mereka yakin bahwa dari awal, lembaga ini dibangun dengan cara-cara yang bersih.
Padahal, tekanan pada Pandawa Lima bukan main hebatnya. Tapi seperti kata salah seorang punggawanya bahwa hal demikian merupakan hal biasa.
Yang kami garap itu kan orang-orang yang menyimpang. Dan mereka punya duit, punya pengaruh. Bisa menghembuskan soal sisi jelek KPK “.
Andai saya jadi ketua KPK pun, sisi inilah yang ingin saya kembalikan yang pertama kali. Menjadi New Pandawa Lima versi 2012.
Memang tidak mudah. Namun saya yakin bisa, karena sejak awal saya yakin punya mental yang bersih. Apalagi seluruh rakyat Indonesia berada dibelakang saya. Meski kehidupan masyarakat modern sudah tercemari dengan paham Hedonis yang akut, namun saya yakin Rakyat masih punya hati nurani.
Bukankah tugas KPK sebenarnya adalah bentuk pengejawantahan dari tugas seorang nabi yaitu “ Mengajak Orang untuk Masuk Surga “.

Wednesday, 31 October 2012

Hanya Beberapa Lembar Uang Terimakasih



Ada-ada saja memang kalau menyangkut anak tersayang. Seperti yang tengah menimpa Teteh (kakak:Sunda). Pasalnya, Teteh sedang kebingungan dengan tugas mengarang anaknya yang masih kelas tiga SD. Dia sampai menelpon khusus pada saya tengah malam buta. Menanyakan ini itu mengenai tugas mengarang anaknya.
Sebenarnya hanya kata sepele yang menjadi tugas mengarang untuk anaknya itu. Yakni kata Korupsi.
“ Lalu apa masalahnya ? “ Tanya saya.
“ Teteh bingung mau menerangkannya bagaimana. Lagian sebenarnya korupsi itu apa sih. Yang teteh tahu hanya koruptor seperti Gayus Tambunan, Angelina Sondakh dan Nazarudin.. memang Korupsi sama artinya dengan Koruptor ? “
Hahaha… saya jadi tertawa mendengarnya. Konsentrasi saya jadi buyar mendengar pengakuan lugunya. Teteh memang hanya seorang ibu rumah tangga biasa yang kesehariannya dihabiskan dirumah. Mengurus rumah tangga dan tenggelam bersama siaran infotainment atau sinetron televisi.
Wajar saja kalau kebingungan mendiskripsikan arti kata Korupsi secara ilmiah. Teteh tentu tak mau terlihat konyol di depan sesama orang tua murid di sekolah, bila mengajari anaknya mengarang dengan seadanya. Maklum Teteh termasuk kelompok ibu pengantar anak sekolah yang aktif. Seringkali terlibat diskusi sesama anggota kelompok mengenai pelajaran sekolah anak-anak mereka. Teteh harus terlihat menjadi trend setter diantara ibu-ibu itu. Hehehe.. dasar…
Paginya, mau tak mau saya berkunjung ke rumah Teteh. Mumpung hari Minggu, sekalian silaturahmi dan mencari makan siang gratisan. Membawa setumpuk data dari beberapa sumber di internet seperti Wilkipedia dan situs-situs lain. Tentu data yang menyangkut sebuah kata, yaitu Korupsi.
Akhirnya saya memberi kuliah pagi untuknya. Sambil menemaninya memasak di dapur. Sang empunya tugas, yakni keponakanku, Larasati. Duduk manis di meja makan. Menanti setiap kata yang meluncur dari mulut saya sambil memegang pulpen dan kertas. Sayapu mulai bercerita :
“ Korupsi  berasal dari bahasa latin corruptio atau corrumpere yang berarti busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok. Secara lebih lugas lagi, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus/politisi maupun pegawai negara, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. “
“ Ah Teteh belum mengerti “ Teteh menyela.
“ Kalau dari sudut pandang hukum, secara garis besar korupsi meliputi: penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana; memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi; merugikan keuangan negara atau perekonomian negara “
“ Bahasa kau tuh terlalu tinggi.. Teteh tambah tidak mengerti “. Teteh kembali protes. Saya pun jadi garuk-garuk kepala. Mencari cara untuk menjelaskan padanya dengan persepsi dia yang terlalu sederhana.
“ Pokoknya Korupsi itu tak ubahnya pencuri, Cuma penghalusan makna saja. Kata Amin Rais (1993), dalam sebuah makalah berjudul “Suksesi sebagai suatu Keharusan”,  Korupsi itu dibedakan menjadi :
1.      Korupsi ekstortif (extortive corruption), yaitu korupsi yang merujuk pada situasi di mana seseorang terpaksa menyogok agar dapat memperoleh sesuatu atau mendapatkan proteksi atas hak dan kebutuhannya. Misalnya, seorang pengusaha dengan sengaja memberikan sogokan pada pejabat tertentu agar bisa mendapat ijin usaha.
2.    Korupsi manipulatif (manipulative corruption), yaitu korupsi yang merujuk pada usaha kotor seseorang untuk mempengaruhi pembuatan kebijakan atau keputusan pemerintah dalam rangka memperoleh keuntungan setinggi-tingginya. Misalnya pemberian uang kepada bupati, gubernur, menteri dan sebagainya agar peraturan yang dibuat dapat menguntungkan pihak tertentu yang memberikan uang tersebut.
3.     Korupsi nepotistik (nepotistic corruption), yaitu perlakuan istimewa yang diberikan pada keluarga : anak-anak, keponakan atau saudara dekat para pejabat dalam setiap eselon. Dengan perlakuan istimewa itu para anak, menantu, keponakan dan istri sang pejabat juga mendapatkan keuntungan.
4.     Korupsi subversif (subversive cossuption), yaitu berupa pencurian terhadap kekayaan negara yang dilakukan oleh para pejabat negara dengan menyalahgunakan wewenang dan kekuasaannya “
“ Contoh yang paling sederhana apa ?” Teteh terlihat kian mumet dengan penjelasan saya “
“ Waktu Teteh bikin SIM tempo hari yang gak ikutan test tapi dapet SIM karena membayar, itu salah satu bentuk korupsi juga..”
“ Ih.. mamah curang.... “ Larasati menggoda ibunya.
“ Atau waktu Dumai ikut UAN SD kemarin, Teteh bersama ibu-ibu lain sibuk membawa buah tangan dan diberikan pada guru pengawas ujian. Itu juga salah satu percobaan penyogokkan. Dan itu termasuk korupsi “
“ Sampai sejauh itu Dek ? “ Teteh menghela nafas panjang.
“ Ya seperti itulah. Jadi Korupsi itu bukan hanya sebatas mencuri uang rakyat saja seperti yang dilakukan Gayus Tambunan atau Nazarudin. Tapi kebiasaan-kebiasaan kecil seperti yang Teteh lakukan kemarin juga termasuk cikal bakal Korupsi “
“ Tapi kan Teteh hanya menitipkan Dumai pada guru pengawasnya, biar ujian dia sukses. Lagian yang diberikan pada pengawasnya hanya penganan kecil saja. Tidak seberapa. Begitu juga waktu mengurus SIM kemarin. Hanya beberapa lembar uang terima kasih..”
“ Yah.. kebiasaan-kebiasaan itulah yang telanjur menjadi budaya di kalangan kita. Bayangkan kalau ada seribu orang yang seperti Teteh. Orang yang menerimanya kan bakal jadi kaya raya secara mendadak. Betul tidak ? “
“ Iya juga ya.. “
“ Budaya seperti itu yang nantinya akan merusak generasi bangsa. Mereka terbiasa dengan hal yang dianggap wajar. Anak-anak kita selanjutnya akan menjadi sosok yang tidak punya hati nurani terhadap sesamanya. Bila sudah begitu, anak-anak kita akan mudah melakukan Korupsi. Seperti kata seorang psikolog Jack Bologne. Bahwa penyebab korupsi itu adalah GONE :
1.      Greed : Serakah. Selalu kurang. Tidak puas dengan apa yang dimiliki. Selalu ingin memiliki yang lebih banyak,lebih baik dengan cara apapun
2.      Opportunity : Adanya peluang karena suatu system yang buruk
3.      Need : Adanya suatu kebutuhan dari si pelaku karena sikap hedonis dan terlalu konsumtif.
4.      Exposes : Hukuman yang rendah bagi sang pelaku korupsi. Bahkan lebih rendah dari maling ayam misalnya. “
“ Kalau Agama bisa mencegah tidak ? “
“ Tentu bisa. Korupsi kan memang diharamkan dalam agama. Tapi kan banyak juga pemuka agama yang korupsi. Kalau menurut saya sih, kuncinya disamping agama tentu harus dimulai dari kebiasaan kecil dirumah. Biar karakter si anak terbentuk sejak dini. Misalnya bersikap jujur tentang apapun. Teteh jangan mudah marah kalau Laras dan Dumai berbuat salah dan bercerita jujur pada Teteh. Beri mereka penghargaan tentang kejujurannya. Tapi jangan lupa beri hukuman pula atas kesalahannya “
“ Contohnya ? “
“ Ih Teteh masa gak tahu… Kalau mengerjakan Pe-er, biarkan mereka sendiri yang mengerjakannya. Teteh hanya mengarahkan saja. Jangan royal memberi hadiah pada gurunya saat akan ujian atau kenaikan kelas. Biarkan berjalan seperti apa adanya. Kalau mereka ngompol di kasur, biarkan mereka jujur melapor pada Teteh. Lalu menghukum mereka dengan cara memnyuruh mereka menjemur kasur dan mencuci sprei dan selimut.. “
“ Ah ribet amat… pasti malah jadi panjang urusannya..”
“ Itulah gunanya orang tua Teh… Mendidik anak menjadi seorang yang jujur dan baik memang ribet dan rumit. Tak bisa instant dan menyerahkan sepenuhnya pada guru mereka di sekolah. Yang ribet itu lama-lama akan menjadi biasa kok. Percayalah”
“ Wah kamu.. kayak yang sudah punya anak saja !. Sepertinya hal demikan tak akan berpengaruh pada bangsa dan negara “
“ Eits jangan salah. Siapa tahu Dumai atau Larasati nantinya jadi anggota DPR, Menteri atau Presiden. Kebiasaan sederhana yang Teteh ajarkan, akan menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk mereka. Semua hal yang besar selalu berawal dari hal yang kecil dan sederhana. Contohnya tugas mengarang Larasati ini. Membuat bingung Teteh kan ? “
“ Hmm… “
“ Pendidikan yang terbaik, semua berawal dari pendidikan keluarga yang baik. Bila ingin tak terjadi korupsi di negara ini, maka mulailah pendidikan positif tentang Stop Korupsi dari keluarga ini. Setuju kan Teh ?”