Monday, 15 October 2012

Biar Erna Jadi Kinclong Katanya…. hehehe


By Deddy k. Sumirta

Sudah lama aku tak mengunjungi Teteh ( Kakak dalam bahasa Sunda ). Bukannya tidak kangen, tapi beragam kesibukanlah yang menyebabkanku tidak bisa leluasa mengunjunginya. Kalo semasa kuliah dulu masih mending, ada banyak waktu. Kalo sekarang ? Wahh… Sepulang kerja rasanya dunia sudah ambruk saja. Letih bukan kepalang. Pasti Erna, keponakanku sudah mulai remaja ya… Kangen sekali padanya.

Berkali-kali gadis abg itu menelepon. Mengadukan ibunya yang makin cerewet dan bawel. Aku cukup surprise dengan cerita Erna. Dulu Teteh sangat pendiam, mana mungkin berubah se drastis itu.
Namun cerita Erna benar adanya. Terbukti saat aku mengunjunginya akhir pekan kemarin. Aku memang menginap di rumahnya. Sewaktu Erna dan adiknya beranjak mau tidur, beragam upacara ala puteri-puteri keraton dimulai ( hehe.. Erna menyebutnya demikian saking ribetnya ). Padahal intinya hanya satu. Supaya Erna terbiasa merawat tubuhnya. Biar seperti gadis-gadis lain. Terlihat mulus dan cantik.
Erna memang terkesan tomboy. Gadis abg itu tak ada lembut-lembutnya. Senangnya main sepak bola dan layangan. Makannya pun banyak. Aku sempat kaget melihat porsi makannya yang melebihi kuli pelabuhan. Pantas saja tubuhnya menjulang melebihi tinggiku, padahal baru empat belas tahun. Jauh sekali perbedaannya dengan gadis sebaya dia yang biasanya masih imut-imut. Makanya Teteh khawatir dengan perkembangan Erna. Dia berdoa agar Erna berhenti bertambah tinggi. Ahh… Teteh, ada-ada saja…
Teteh ingin menularkan kebiasaannya saat remajanya dulu. Melakukan perawatan tubuh secara tradisional. Luluran untuk kulit menggunakan beragam rempah alami. Tentu sangat merepotkan. Apalagi harus dilakukan oleh gadis-gadis masa kini seperti Erna. Biasanya berujung dengan pertengkaran ibu dan anak. Seperti malam itu.
“ Cara Teteh sudah tidak jamannya lagi sekarang. Gadis-gadis seperti Erna tak mungkin mengikuti cara kuno seperti yang Teteh lakukan. Sudah ketinggalan jaman “ Aku berusaha menengahi pertengkaran mereka.
“ Lalu Teteh harus bagaimana ?”
“ Harus dicari hal yang praktis. Meski Teteh dan Erna tinggal di desa. Tapi harus juga mempunyai pengetahuan yang luas tentang dunia. Hal-hal baru dan lainnya termasuk bagaimana caranya menjadi cantik dengan cara yang praktis “
Aku mengajak Teteh melihat ke www.rumahcantikcitra.co.id di laptopku. Supaya wawasannya bertambah. Meskipun Teteh perempuan yang sederhana, tapi dia termasuk perempuan pintar. Teteh langsung lihai mencari informasi di internet.

Untuk menjadi cantik, tidak perlu repot. Semua yang disediakan alam sudah dikelola manusia dengan lebih baik di zaman teknologi yang canggih ini. Termasuk untuk perawatan kulit di malam hari. Seperti kata dokter spesialis kulit dan kelamin Eddy Karta.

“Malam hari adalah saat di mana sel-sel kulit memperbaiki diri dengan membangun sel baru serta kolagen yang rusak. Proses ini terjadi melalui pembelahan sel-sel lapisan kulit, dan memproduksi lapisan sel kulit yang baru,”
Dari dulu Teteh sudah tahu pentingnya melakukan perawatan tubuh di malam hari. Tak hanya membasuh lapisan kulit tangan, kaki dan wajah dengan sabun pembersih. Tetapi melengkapinya juga dengan olesan masker yang dibuat dari beragam bahan alami seperti yang diajarkan ibu kami.
Namun Teteh kini dapat pengetahuan baru dengan mengunjungi www.rumahcantikcitra.co.id. Ternyata sudah ada produk perawatan kulit di malam hari, yaitu Citra Night Whitening  yang berfungsi untuk mencerahkan kulit tubuh dimalam hari. 

Produk Citra Night Whitening  mengandung  mulberry dan minyak biji anggur . Kedua bahan alami tersebut memiliki peran penting untuk tubuh, khususnya untuk mencerahkan kulit, menghaluskan dan memberikan relaksasi pada tubuh. Itu sebabnya mengapa kandungan mulberry dan minyak biji anggur dalam Citra Night Whitening diperuntukan untuk dipakai dimalam hari.
Di Fanpage Facebook Citra juga bisa dipaparkan bagaimana khasiat biji anggur untuk kecantikan kulit. Yakni :
1. Memiliki khasiat melembabkan dan menyegarkan kulit secara optimal.
2. Minyak biji anggur punya khasiat anti aging yang mencegah kerutan akibat radikal bebas.
3. Minyak biji anggur mengalahkan Vitamin C dalam khasiatnya mencerahkan warna kulit.

Bahkan Dr.Masquelier, seorang peniliti asal Perancis, menemukan zat anti kanker berupa proanthocyanidins dalam biji-biji anggur. Keampuhan proanthocyanidins ini dapat menangkal radikal bebas 20 kali vitamin C dan 50 kali vitamin E. Ekstrak biji anggur juga dianggap lebih aman dari suplemen anti oksidan vitamin A dan E karena terlarut dalam air.

 Akhirnya Teteh tersenyum lebar dengan segala penemuannya. Dia tak menyangka bahwa dunia terasa begitu luas hanya dalam sekali sentuh. Yang paling sebel tentunya aku. Kenapa ?
Karena pagi-pagi sekali teteh sudah mengajakku pergi ke kota untuk membeli Citra Night Whitening . Biar Erna jadi kinclong katanya…. hehehe

Friday, 12 October 2012

ANGAN SEDERHANA UNTUK PLN


By Deddy k. Sumirta


Sejak hidup mandiri dan memiliki rumah sendiri di tahun 2000. Saya tak pernah mendapatkan masalah yang berarti dengan PLN. Dari proses penyambungan instalasi sampai pencatatan meteran dan lain-lain, semuanya lancar. Saya sendiri memang termasuk orang yang menyukai mempersiapkan segala sesuatunya lebih dini. Seperti mempersiapkan perangkat penerangan recharge yang tak pernah lupa di recharge. Untuk dipergunakan tatkala sambungan listrik tiba-tiba terputus atau mati seketika. Namun biasanya, listrik mati tiba-tiba seringnya terjadi saat musim penghujan tiba. Sampai saat ini aku tak pernah tahu alasannya kenapa. PLN bisa menjawab ?. Karena kalau di musim kemarau, hampir tak pernah terjadi kejadian serupa. Paling kalau ada kerusakan jaringan atau pemeliharaan jaringan. Hal ini biasanya diinformasikan dahulu lewat surat kabar atau pusat informasi PLN.
Konsumen PLN memang sudah sepantasnya tak perlu tahu mengenai dapur PLN. Kewajibannya kan hanya satu. Membayar rekening listrik tepat waktu. Dan sebagai konpensasinya, konsumen berhak mendapatkan pelayanan terbaik. Salah satunya ya.. aliran listrik yang tak pernah terputus. Siaga 24 jam sehari tanpa putus. Namun alangkah bijaksananya jika PLN juga menyebarkan informasi sebanyak-banyaknya pada konsumen, seperti jawaban atas pertanyaan saya di atas.
Masyarakat Indonesia kian cerdas kok. Tak terkecuali yang menetap di kampung kecil seperti saya. Bisa memilah-milah mana yang termaafkan atau tidak. Sebagai bangsa yang beradab, kita terkenal sebagai bangsa pemaaf, asal semua ada alasan yang terang benderang dan masuk akal.
Harapan yang lain pada PLN, adalah pemerataan teknologi. Tak hanya masyarakat kota besar saja yang bisa menikmati teknologi tercanggih listrik. Masyarakat pedesaan seperti saya juga ingin merasakannya. Misalnya teknologi listrik yang bisa dipergunakan juga sebagai akses internet yang murah meriah. Ketinggalan jaman ya ? Padahal saya pernah melihat beritanya beberapa tahun lalu di sebuah televisi swasta. Tapi gaungnya kok tak pernah kedengaran lagi. Kemana ya ? Atau malah saya yang ketinggalan informasinya ?... Hahaha… Siapa bisa membantu ?. Harapan yang sederhana dari seorang anak bangsa yang hidup di dusun yang cukup sunyi. Jauh dari hingar bingar kota yang gemerlap.
Yang saya dengar akhir-akhir ini malah beragam teknologi mobil listrik yang canggih. Semua elemen masyarakat dan institusi berlomba-lomba menciptakan mobil listrik. Ingatan saya malah membayangkan jalanan yang semakin macet dengan lautan mobil. Sekarang saja, jalan-jalan sudah menjadi sungai besar yang airnya mobil, meski bahan bakar sangat mahal dan langka. Bagaimana nanti kalau bensin sudah tergantikan oleh listrik yang tentunya lebih murah.

Ahh.. mungkin saya terlalu pesimis dan antipati ya, karena tak punya mobil seperti orang lain.. hehe. Bukan begitu juga kaleee… Di dusun yang sunyi seperti ini, untuk apa mobil ? sepeda saja sudah cukup. Yang lebih canggihan dikit, paling sepeda motor. Kalau sepeda motor berbahan bakar listrik saya sangat berminat ! Siapa yang berani memulainya ?

Yang tak kalah penting dari semuanya tentu masalah sumber listrik itu sendiri. Kalau boleh dibilang bahan baku ya itulah mungkin lebih jelasnya. Selama ini yang banyak terdengar hanyalah diversifikasi produk listrik. Semua kalangan berlomba menciptakan produk turunan yang baru dari listrik.

Yang akhir-akhir ini terdengar kencang adalah sumber energi listrik dari SAMPAH. Kata behurup enam dan berawalan S itu memang terdengar kurang sedap. Namun saat ini itulah sumber energi terbarukan yang menyedot minat dunia.

Meski teknologi listrik dari sampah tergolong Mahal, seperti kata menteri ESDM Jero Wacik (Menteri: Harga pembangkit listrik sampah mahal : Tuesday, 10 July 2012 23:11 : WASPADA ONLINE ). Namun menurut saya, hanya sampahlah harapan dunia saat ini yang paling menjanjikan sebagai bahan baku energi listrik.
Makanya langkah-langkah spektakuler pihak-pihak terkait di seluruh Indonesia pada pemanfaatan sampah patut diacungi jempol dan di dukung. Seperti :
1.                          keberhasilan PT Growth Asia di Medan yang berhasil membuat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Biomassa yang terbuat dari limbah seperti cangkang sawit, jerami, dan lannya (WASPADA ONLINE, July 2012 23:11)
Pemerintah Kota Bandung dalam waktu dekat ini akan menggelar tender pengolahan sampah di tempat pembuangan sampah Gedebage. Sampah di tempat tersebut berpotensi menghasilkan listrik sebanyak 8 megawatt (MW) namun untuk mengolahnya butuh investasi sekitar US$ 90 juta. )KONTAN.co.id-

SURABAYA, (PRLM).- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan pembangkit listrik tenaga sampah yang diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan sampah dan sebagai alternatif sumber energi. (PIKIRAN RAKYAT ONLINE :

“ General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) dan Tangerang Purnomo Willy mengatakan, PLN memiliki kewajiban membeli listrik yang berasal dari sumber energi terbarukan, seperti dari sampah. “Kami punya kewajiban membelinya, berapa pun harganya,” kata Willy (KOMPAS. Com)

Wednesday, 10 October 2012

KEPONAKAN-KEPONAKAN TERSAYANG


KEPONAKAN-KEPONAKAN TERSAYANG

By Deddy k. Sumirta
Sejauh ini aku tak pernah menyangka bahwa caraku memperlakukan semua keponakan bisa mejadi sebuah cerita unik. Ini berawal dari kebiasaanku mengajak beberapa keponakan yang masih kecil untuk jalan-jalan. Entah ke pasar pagi Unpad atau ke sebuah mal di kawasan Jatinangor bila ternyata hari itu aku terlambat bangun. Memang tak ada acara yang ‘wah’ saat kami kesana. Hanya berburu kuliner. Bila ada uang lebih, mereka kubelikan beberapa barang atau mainan yang lucu-lucu. Disamping itu, aku juga mengajarkan pada mereka untuk berani naik kuda atau menaklukan beberapa permainan di arena mini out bound. Semua itu kulakukan agar keponakan-keponakanku berani tampil di muka publik. Maklum mereka termasuk anak-anak desa yang sifat pemalunya sedikit lebih tinggi dari anak-anak kota.
Biasanya, keponakan yang kuajak adalah anak yang sudah berumur minimal tujuh tahun. Di usia seperti itu, aku tak begitu repot untuk mengawasinya. Bila kurang dari tujuh tahun, aku pasti kerepotan bila tiba-tiba mereka kebelet pipis, merengek-rengek ngambek atau bahkan kebelet pup. Kalau usianya sudah tujuh tahun, mereka lumayan sudah mandiri dan bisa sedikit mengurus dirinya sendiri. Jadi kebersamaan kami bisa lebih menyenangkan tanpa gangguan dan rengekkan.
Sebenarnya aku tak pernah menyangka bahwa perlakuanku kepada mereka begitu membekas di ingatan anak-anak kecil itu. Rupanya pengalaman kebersaan kami begitu menyenangkannya hingga tak pernah mereka lupakan. Terbukti saat mereka beranjak remaja dan memiliki komunitas bermain sendiri, cerita tentang akhir pekan itu kerap kudengar diceritakan oleh keponakanku pada teman-temannya.
Aku jadi merasa tersanjung kalau mendapati mereka membicarakan semuanya. Berarti mereka tetap ingat pada kegembiraan kami. Meskipun dulu aku sempat marah ketika keponakan-keponakanku berselisih paham karena program jalan-jalan itu kuhentikan. Ceritanya begini :
Seiring waktu, keponakanku bertambah. Semula ada dua orang keponakan yang rutin aku ajak jalan-jalan. Tahun berikutnya tambah satu orang lagi. Tahun berikutnya tambah lagi. Bahkan keponakan yang tidak satu komplek perumahan dengan aku pun ikut-ikutan. Aku cukup repot bila anak-anak yang kubawa lebih dari empat orang. Disamping repot mengawasi, dana operasional untuk membiayainya pun cukup menguras dompet. Apalagi kalau banyak, mereka jadi lebih berani tunjuk ini tunjuk itu. Alhasil di kemudian hari, aku memutuskan untuk menghentikan acara jalan-jalan di akhir pekan itu secara permanen. Demi Tuhan, rugi bandar.
Rupanya keputusanku menghentikan acara jalan-jalan, menjadi semacam perselisihan diantara mereka. Dari cerita yang kudapat dari kakak-kakakku, mereka kerapkali saling tuding sesamanya saat melihat sepupunya mempunyai mainan baru. Dikiranya aku yang membelikan. Belum lagi setiap Minggu pagi tiba. Satu persatu mengintip rumahku dipagi buta. Semata-mata untuk memastikan bahwa tak ada satu keponakanku pun yang kuajak jalan-jalan pagi itu.
“ Sampai segitunya mereka berselisih Kak ? “ Aku bertanya.
“ Iya. Mereka takut kalau kamu lebih memilih sepupunya daripada dia sendiri“
Cerita mengenai keponakan-keponakanku pun terus terurai.  Mereka kerap kali memancing rasa marah orang tua mereka. Dengan sengaja mengusili adiknya yang masih kecil, atau tanpa sebab merusak mainannya sendiri. Apalagi saat mendengar aku memanggil salah satu sepupunya. Mereka langsung mengintip, apa gerangan yang dilakukan oleh kami. Padahal biasanya aku hanya menyuruh salah satu diantara mereka untuk membelikanku sesuatu. Karena rumah kami berdekatan satu sama lain. Sambil berseloroh, kakakku minta pertanggungjawaban atas kekacauan yang kutimbulkan.
Aku baru tahu kemudian, setelah membaca artikel tentang psikologis anak. Ternyata keponakan-keponakanku mengalami rasa cemburu yang berlebihan tatkala mendapati bahwa kebiasaan yang sudah dijalaninya terhenti begitu saja. Akibat kemunculan anggota baru. Hingga mereka berusaha mencari perhatian dengan cara mereka sendiri agar kesenangan yang dulu didapatnya, terulang kembali. Mereka jadi saling curiga, sensitif dan cepat tersinggung.
Wah-wah, mengapa bisa jadi seperti ini ya. Aku sendiri bingung. Aku bukan orang tua mereka. Aku cuma ingin ikut menyayangi mereka. Mengapa aku yang harus tanggung jawab. Apakah salah kalau aku berusaha menjadi seorang paman yang baik bagi mereka ?
Ahh… Seorang mahluk hidup yang bernama Manusia memang terlalu unik. Tak pernah ada matinya. Termasuk anak-anak sekalipun.


* http://www.ayahbunda.co.id/artikel/Balita/Psikologi/tanda.anak.cemburu/001/007/1237/2


Friday, 10 June 2011

CONTOH DESIGN RUMAH UNTUK KLIENKU



Saya lebih seneng mendesain interior ruangan. tapi ada juga klien yang nyelonong ingin di desainin rumahnya juga. Contohnya seperti yang di atas ini.

Kalau diantara pembaca ada yang ingin berkonsultasi tentang interior ruangan atau ingin mempercantik rumah. Jangan sungkan - sungkan, tanya saja. Akan dengan senang hati saya berbagi pengetahuan untuk kalian.