Sunday, 3 February 2013

INVITATION WEDDING………….. ALA DATANGYA.COM



Cinta memang aneh. Bisa mengubah manusia menjadi apa saja, sesuai perasaan yang dimilikinya tentang cinta. Aku sampai berdecak kagum kala Amira menguliahiku dengan puisi cinta karya Gibran.

Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih
dan kesendirianku… sebengis kematian…
Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara…,
di dalam pikiran malam…
Hari ini… aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan
di atas lidah hari…
Dan, ini berlangsung dalam semenit…
dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang,
sepatah kata, sebuah desakan dan… sekecup ciuman


Amazing….! Itulah kata yang terucap dari mulutku. Gimana tidak, mahluk tomboy bernama Amiratul Shidiq itu bisa berubah sekian detik hanya karena sebuah perasaan yang bernama C.I.N.T.A.
Begitupun saat menjelang pernikahannya. Gadis selenge-an itu rupanya mempunyai impian yang tak kalah heboh dari gadis yang berperangai paling perempuan sekalipun. Dia memimpikan royal wedding yang megah seperti puteri raja. 


Setiap hari omongannya hanya berkisar seputar royal wedding Kate Middleton dan pernikahan megah ala mendiang Lady Diana. Membuat kami sebagai teman sekantornya ngibrit ke luar ruangan. Meninggalkan Amira sendirian dengan semua dunia khayalnya.


Termasuk masalah undangan pernikahan. Dimejanya berserakan contoh-contoh undangan. Bahkan dia berusaha mengeluarkan segenap kreatifitasnya untuk membuat sendiri undangan-nya. Amira memang terkenal freaky untuk masalah yang berhubungan dengan kehidupannya. Semuanya ingin diselesaikan sesempurna mungkin. Tak boleh ada kesalahan. Aku cuma geleng-geleng kepala melihat kegilaannya.


“ Dimana-mana, calon pengantin itu tinggal duduk manis. Tak perlu berfikir yang aneh-aneh. Serahkan saja pada ahlinya. “ Aku mengingatkannya.
“ Aku ingin ada video perjalanan cinta kami di undangan pernikahan-nya Dik. Biar dunia tahu bahwa pernikahan ini penuh cinta dan keindahan. Biar semua iri melihatnya, hehe…… “
“ Kamu mau pamer ?”
Sure…
“ Dasar sakit!. Gak mungkin lah…!”
“ Kamu sih, kurang gaul. Kebanyakan ngitung melulu. Lewat undangan on-line dong. Coba kamu buka www.datangya.com


Aku tak serta merta mencari alamat web yang diceritakan Amira. Hingga seminggu kemudian aku mendapat undangan pernikahan cantik dari Amira lewat inbox emailku. Diapun memajang undangan pernikahan-nya di facebook dan twitter. Undangan pernikahan-nya persis seperti yang diimpikannya. Undangan glamour yang bercitarasa seni tinggi.

Mau tak mau, aku jadi penasaran dengan web www.datangya.com yang diceritakan Amira. Akupun mengunjunginya. Ternyata sudah banyak orang yang melakukan hal serupa dengan Amira. Terbukti dengan banyaknya testimony memuaskan di wall home page-nya. 

Di zaman yang lumayan canggih ini ada banyak cara untuk memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan. Tak perlu terstigma dengan cara-cara tradisional yang membutuhkan biaya tinggi.
Seperti undangan pernikahan misalnya. Tak perlu repot mencetak dan menyebarkannya. Cukup tekan satu tombol, undangan sudah tersebar ke ponsel sahabat dan kolega. Tinggal menunggu konfirmasi dari yang dikirim undangan. Akan datang atau tidak.

Beragam keuntungan akan didapatkan calon pengantin yang menggunakan jasa www.datangya.com dalam hal undangan pernikahan. Diantaranya :
1.      Menampilkan slide photo Prawedding yang megah
2.      Berisi informasi pernikahan yang rinci
3.      Peta lokasi berbentuk google map dan sketsa manual
4.      Ada halaman khusus berisi love story
5.      Ada buku tamu, special invite lewat email dan facebook
6.      Hit counter, sharing lewat social Media
7.      Dihiasi kata-kata mutiara seperti puisi atau cuplikan ayat suci,
8.      Beragam tema unik dan fasilitas Mobile Theme yang bisa diakses lewat smart phone
9.      Ada background musiknya.
10. Atau biar lebih heboh bisa mendapatkan fasilitas Domain sendiri.


Ada banyak design undangan pernikahan yang unik di www.datangya.com. Tinggal pilih saja atau berkreasi sendiri sesuai yang diinginkan atau bisa juga mengikuti program affiliasi dengan menjadi Desainer Template atau Re-seller. Bagi yang punya Wedding Organizer, tentu hal ini akan menjadi peluang usaha tersendiri.


Beragam keuntungan beraffiliasi dengan www.datangya.com, diantaranya :
1.      Reseller akan mendapat keuntungan langsung dari hasil penjualan undangan pernikahan online.
2.      Reseller dapat menggabungkan program affiliasi datangya.com bersama paket Bridal ataupun WO yang dimiliki Reseller
3.      Undangan pernikahan online datangya.com dapat menjadi media promosi Bridal atau WO yang Re-seller miliki. Karena disetiap Undangan pernikahan online telah disediakan fitur slider, yaitu sebuah fitur yang memungkinkan untuk menambahkan foto-foto prawedding calon pengantin. Dalam foto-foto itu Re-seller dapat menyisipkan nama usaha WO atau usaha banner bridal.

Untuk informasi lengkap, lihat www.datangya.com atau hubungi :
Email: info@datangya.com
Telepon : +62 61 4558100 ext1242 , 0877 66 306 888
YM         : datangyacom@yahoo.com
BB          : 223F5827


Amira…..! gue pasti datang ke acara ‘Lo…………..!

Saturday, 2 February 2013

MY LOVELY HOPELAND….. TAKENGON



Facebook : I Love Aceh
Twitter : @iloveaceh
Kalau saja tidak terjadi peristiwa 26 Desember 2004. Mungkin Anggito dan istrinya hingga kini masih menetap di Takengon. Sepupu jauhku itu terlalu cinta dengan kampung barunya. Selama lima tahun disana, dia tak jemu-jemu menggambarkan beragam keelokan alam semesta yang diciptakan Tuhan untuk rakyat Gayo. Dia memang seorang petualang sejati. Makanya memilih melanjutkan kuliah di jurusan kehutanan dan mengabdikan diri sebagai abdi negara di Takengon.


Anggito menggambarkan Takengon sebagai dataran tinggi diantara arak-arakkan awan dan kabut yang berhawa sejuk. Mirip daerah Pangalengan kalau di Bandung, Jawa Barat. Bumi orang Gayo itu merupakan ibukota Kabupaten Aceh Tengah. Takengon terletak di sisi Danau Laut Tawar.
Bisa dibayangkan, betapa indahnya kawasan yang berbatasan langsung dengan sebuah danau. Anggito sering mengirimi saya cerita manis dan gambar-gambar yang menakjubkan tentang Danau Laut Tawar, Gua Puteri Pukes, dan Pantan Terong. Atau suasana perkebunan kopi yang menghampar luas dengan hijaunya. Kemujuran Anggito selalu membuat saya iri hati.


Takengon memang terkenal sebagai Onder Afdeeling Takengon di jaman kolonial Belanda. Potensi Bumi orang Gayo itu sangat cocok untuk budidaya Kopi Arabika, Tembakau dan Damar. Hingga di kemudian hari, pemerintah kolonial Belanda mendirikan sebuah perusahaan pengolahan Kopi dan Damar di Takengon. Sejak saat itu, kawasan Takengon berkembang menjadi sebuah pusat pemasaran hasil bumi Dataran Tinggi Gayo, khususnya Sayuran dan Kopi.


Anggito selalu menceritakan Takengon dengan cara yang seru dan memikat hati. Saya semakin tertarik untuk mengikuti jejaknya. Siapa tahu, suatu hari nanti Tuhan memperkenankan saya untuk mencicipi keindahan Takengon lewat mata dan kepala saya sendiri. Bukan hanya mengkhayal dengan cerita dan photo-photo yang dikirim oleh Anggito.
Namun harapan saya pupus sudah. Karena seminggu setelah peristiwa 26 Desember 2004, Anggito dan sang istri kembali ke Bandung. Meninggalkan semua mimpi-mimpinya di Takengon. Kenangan yang tersisa dari Bumi Orang Gayo itu hanya Anggia, bayi mungil nan lucu yang tak pernah lekang dari senyuman.

Aa sebenarnya berat meninggalkan Takengon. Semua mimpi Aa berada disana. Namun Aa tak ingin melawan kehendak Ibu. Aa tak ingin Ibu cemas karena memikirkan Aa sekeluarga di Takengon. Padahal Takengon tidak kenapa-napa. Hanya ada longsor saja sebagai akibat gempa dahsyat. Bila semua sudah tenang kembali, Aa ingin kesana lagi sesegera mungkin. Aa telanjur cinta dengan Takengon
Air muka Anggito terlihat penuh penyesalan. Saya begitu trenyuh melihat kerinduannya pada Takengon. Dimata saya, dia terlihat seperti seorang ksatria yang baru saja terenggut dari tanah impiannya. Sebuah tanah impian yang diperjuangkan dengan segenap kemampuan yang dimilikinya.


Matanya kembali berbinar saat menceritakan Didong. Sebuah kesenian rakyat Gayo yang memadukan unsur tari, vokal, dan sastra. Didong dimulai sejak zaman Reje Linge XIII. Kesenian ini diperkenalkan pertama kali oleh Abdul Kadir To`et. Kesenian Didong sangat digemari oleh masyarakat Takengon dan Bener Meriah. Dan Anggito pun mulai menggemarinya.


Dalam Didong ada nilai-nilai religius, nilai-nilai keindahan, nilai-nilai kebersamaan dan nilai kearifan alam semesta. Didong adalah sarana berekpresi tanpa batas bagi setiap rakyat Gayo. Didalamnya ada semangat yang menghentak untuk keluar dari problema sosial, mengkritisi pemerintah dan memuja Tuhan sebagai penguasa alam semesta.
Saya hampir tak percaya, melihat Bad Boy seperti Anggito bisa jatuh cinta pada sebuah kesenian rakyat.
Setiap manusia selalu bermetamorfosis sesuai lingkungannya, Dik. Begitu juga dengan Aa. Yang mendapat kedamaian saat menatap indahnya Danau Laut Tawar. Atau menatap perbukitan curam yang mengelilinginya. Juga mendapat kekuatan magis saat mendengar syair-syair Didong diantara Burni Telong dan Gunung Geureundong
“ Sebegitu indahnya mereka? “
Kamu akan langsung jatuh cinta sepenuh hati saat menatapnya. Apalagi saat berpetualang menyusuri stalaktit di Loyang Karo dan Loyang Putri Pukes. Aa yakin kamu akan jatuh cinta setengah mati pada bumi Gayo. “

Mata Anggito menerawang jauh. Saya semakin jauh menyelami kerinduannya pada Takengon. Mungkin Takengon adalah cinta keduanya setelah cintanya pada keluarga. Andai saja waktu itu Anggito bertahan saja di Takengon. Tak perlu terburu-buru kembali ke Bandung. Mungkin sekarang dia dan keluarganya akan menikmati kemakmuran di Tanah Gayo.
Dia tetap bisa menikmati jutaan bintang di langit Takengon saat malam hari. Atau bersampan di keheningan Danau Laut Tawar saat pagi hari. Saya semakin menyesal melihatnya tersiksa karena kerinduannya pada Takengon. Andai waktu bisa membawanya kembali.


 Saya kembali menatap indahnya gambar-gambar tentang Takengon yang dibawanya serta. Delapan tahun sudah gambar-gambar itu menjadi bagian dari mimpi-mimpi Anggito. Entah sampai kapan dia dapat kembali menjejakkan kakinya. Membawa serta Anggia yang telah berubah menjadi gadis cantik yang beranjak remaja. Anggito ingin memperkenalkan Anggia pada tanah Gayo. Tempat dia pertama kali memperdengarkan tangisannya. Diantara semilir angin Takengon dan lantunan syair Didong yang mendayu-dayu.

Anggito menanti lambaian tangan Takengon untuk membawanya kembali ke tanah harapan. Kembali membaui harumnya aroma bunga kopi yang menyesakkan kepala. Bercengkrama diantara riak air danau yang menyejukkan jiwa. Kapankah itu terjadi? Hanya alam semesta yang bisa menjawabnya.


I love my Hopeland…. Takengon….

Thursday, 31 January 2013

Get Your Prosperity with……Bank Mandiri …




Awal tahun baru 2013 saya diundang seorang sepupu untuk bertandang ke rumahnya yang masih porak poranda. Kebetulan, dia baru saja membangun rumah baru. Biasa…. Hampir 75 persen dana membangun rumah disokong oleh sang mertua.
Sebelumnya, saya memang pernah diminta untuk merancang rumah impiannya. Sebagai saudara yang cukup dekat, saya tentu menyempatkan waktu untuk memenuhi permintaannya, disela-sela kepadatan waktu kerja. Dan menghadiahinya sebuah rancangan rumah sederhana yang cukup cantik.

Sayang, rumah baru yang diimpikan itu belum sepenuhnya rampung. Sokongan dana dari sang mertua mandeg ditengah jalan. Karena berebutan dengan kepentingan lain yang tak kalah urgent. Rumah baru pun menggantung. Istilah Sundanya, Ngan iuh wungkul…” ( Hanya cukup untuk berteduh ). Masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan. Kelihatannya memang pekerjaan kecil, namun finishing touch inilah yang cenderung menyedot dana yang cukup besar.


Saat ditemui, sepupu saya malah berkelakar dengan wajah muram bahwa dirinya terkena syndrome orang-orang yang sedang membangun rumah. Yakni Kuriak ( Awak kuru, banda beak ( Istilah sunda: Badan kurus kering, harta benda habis ). Saya menghiburnya dengan berkata bahwa :
“ Yang penting meski duit abis, tapi ada buktinya. Bukan abis dipakai untuk berfoya-foya! “
Sepupu sayapun hanya tersenyum sambil menghela nafas panjang. Dia bergumam, ingin sekali menyelesaikan rumahnya sesegera mungkin. Biar cukup layak untuk ditempati. Minimal pekerjaan fisik selesai semua. Biarlah mempercantiknya belakangan saja. Sedikit-sedikit jika dananya mulai ada.


Namun masalahnya tidak sampai disitu saja. Dia mempunyai anak yang sudah kelas tiga SMP. Sebentar lagi harus masuk SMA. Tentunya membutuhkan biaya masuk sekolah yang cukup besar pula. Apalagi sang gadis kecil bercita-cita masuk sekolah pharmasi. Uang masuknya lumayan menguras kantong, untuk pedagang kecil seperti dia.
Sehari-hari, sepupu saya berjualan penganan tradisional turun temurun di sebuah pasar. Bila musim kemarau, omzetnya cukup lumayan. Bahkan bisa mengalahkan penghasilan orang-orang kantoran yang menerima gaji setiap bulan. Tapi di musim penghujan seperti ini, omzet menjadi kurang menentu. Karena setiap hari selalu hujan.
Mana mungkin orang-orang sering minum es di musim penghujan. Praktis jualan dipasar hanya setengah hari saja. Karena biasanya begitu waktu menunjukkan pukul 12 siang, langit sudah mendung. Dan hujanpun turun.

Itu masih mending, dibandingkan bulan Desember-Januari. Dimana terjadi puncak-puncaknya musim hujan. Dari pagi sampai sore hujan turun tiada henti. Tidak mungkin jualan es ditengah air hujan yang deras mengalir. Di musim paceklik inilah, waktunya menguras tabungan sampai tandas, tas…tas….
Saya cukup prihatin dengan masalahnya. Ingin membantu secara materi, tapi gak bisa. Akhirnya saya menganjurkan dia untuk mengikuti jejak kakak saya yang lain. Mengikuti program Kredit Tanpa Agunan dari Bank Mandiri. Dua tahun lalu, kakak saya yang hanya seorang pedagang warteg, bisa mewujudkan impiannya mempunyai rumah lewat program KTA. Bulan depan bahkan sudah memasuki tahap kedua pembangunan rumahnya. Semua berkat program KTA yang dapat dicicil dengan program cicilan harian.


Mandiri Kredit Tanpa Agunan adalah kredit perorangan tanpa agunan dari Bank Mandiri untuk berbagai keperluan, yang diberikan kepada calon debitur yang memenuhi persyaratan. Kelebihan KTA adalah :
  • Tanpa Agunan
  • Cicilan Ringan
  • Limit kredit sampai dengan Rp. 200 juta
  • Jangka waktu kredit disediakan dalam 5 pilihan
  • Perlindungan Asuransi Jiwa 

Syarat-syarat untuk mengikuti program KTA adalah sbb :
  • Warga Negara Indonesia (WNI) & berdomisili di Indonesia
  • Umur minimum 21 tahun & maksimum 55 tahun (pada saat kredit lunas)
  • Memiliki pekerjaan / penghasilan tetap per bulan minimal: Rp. 2,5 juta (Jabodetabek - Bandung)
  • Memiliki pekerjaan / penghasilan tetap per bulan minimal: Rp. 2 juta (diluar Jabodetabek - Bandung)
  • Limit kredit maksimal 5 kali gaji (Rp.5 juta s/d. Rp. 200 juta)

Persyaratan dokumen yang diperlukan pun tidak ribet cukup dengan :

Jenis Dokumen
Pegawai
Profesional/
Wiraswasta
Slip Gaji
Kartu Kredit
Asli Formulir Aplikasi diisi lengkap
Copy KTP Pemohon
Asli/Salinan Slip Gaji


Copy Surat Ijin Praktek / Ijin Profesi (Professional) / SIUP


Asli Rekening Koran / Copy Rekening Tabungan

Copy Kartu Kredit (depan belakang) dan asli Tagihan 1 bulan terakhir

Untuk Pinjaman diatas Rp 50 juta
Copy NPWP / SPT



" Tapi saya bukan pegawai Kang! Penghasilanpun selalu pasang surut pada saat-saat tertentu. Pasti tak akan disetujui kreditnya “
Kekhawatiran sepupu saya cukup beralasan. Bagi orang awam seperti dia, pengetahuan mengenai Perbankan masih minim. Saya menganjurkannya untuk bertemu ‘konsultan keuangan’ dari Bank Mandiri yang memuluskan rencana masa depan kakak saya dulu. Bila bercerita dengannya, pasti ada solusi untuk masalah keuangan yang dihadapinya. Diapun setuju.


Sejauh yang saya tahu, Bank Mandiri banyak mengeluarkan produk-produk perbankan yang inovatif untuk nasabahnya. Seperti Mandiri Tabungan Berencana, Mandiri KPR, Mandiri Tabungan, Mandiri KTA dan Mandiri Kartu Kredit. Semua produk perbankan itu cukup efektif untuk memanjakan penggunanya. Tinggal memilih saja, Mana yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya.


Tiga minggu kemudian sepupu saya kembali mengundang kami untuk makan-makan dirumahnya. Sambil berteriak kegirangan, dia menyambut saya di depan pintu rumah barunya. Rumahnya hampir 90 persen rampung. Wajahnya terlihat gembira.


“ Saya sudah dapat pinjamannya dari Bank Mandiri. Makasih ya sarannya! “

Wednesday, 23 January 2013

Web Lebih Kenceng Gaungnya Dengan Domain ID




Saat rencana Brand baru perusahaan kami diluncurkan lima tahun lalu, terjadi perdebatan yang lumayan alot diantara My Boss dan seluruh Team. Maklum baru sekarang perusahaan ini mencoba berekpansi di dalam negeri. Setelah sekian lama mengandalkan berjualan di Honolulu dan Maui. Semua dilakukan karena pasar furniture rotan international sedang lesu-lesunya. Jadi perlu diversifikasi khusus untuk penetrasi ke pasar domestik.
Termasuk urusan web dan domain hosting. Tak mungkin lagi mempergunakan web lama. Sedangkan segala urusan web dan market di dunia maya, sejak dulu dipegang kantor pusat di Honolulu. Praktis saat ini harus memunculkan web khusus dengan tampilan yang benar-benar fresh.
Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menentukan domain ID. Apa sih sebenarnya domain ID ?


Domain adalah identitas yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti web server atau email server di jaringan computer dan internet. Nama domain berfungsi untuk mempermudah pengguna internet pada saat melakukan akses ke server. Selain itu dipakai juga untuk mengingat nama server yang dikunjungi tanpa harus mengenal deretan angka yang rumit yang dikenal sebagai alamat IP.


Biasanya domain selalu identik dengan nama yang unik, gampang diingat dan menjadi representasi pemiliknya. Domain terdiri dari dua bagian, yakni Nama dan Akhiran ( Misalnya : .com, .net, .org, .id, dll )
Ada dua macam domain utama yang dikenal di jaringan internet yaitu :
1.      TLD : Top Level Domain (Domain Tingkat Atas)
2.      ccTLDs : Country-Specific Top Level Domain (Domain Dengan Ekstensi Kode Negara).

Top Level Domain bersifat umum penggunaannya. Penggunaan TLD tidak memerlukan izin khusus jika hendak dipakai sebagai nama domain untuk sebuah website atau situs. Tersedia beberapa TLD yang sering dipakai seperti : .com, .net, .org, .us, .info, dan .biz. Sedangkan Country-Specific Top Level Domain baru bisa digunakan jika sudah memiliki izin penggunaannya.
Ada dua jenis Top Level Domain, yaitu :
1.      gTLD : Generic Top Level Domain
2.      ccTLD : Country Code Top Level Domain.

gTLD adalah domain yang mempunyai nama akhiran .com, .net dan .org sedangkan ccTLD adalah TLD yang dikhusus untuk masing-masing negara, seperti Indonesia dengan kode ID ( co.id, go.id, net.id dll ) atau Jepang dengan kode jp ( co.jp, ne.jp, or.jp dll )
Di Indonesia ccTLDs ditandai dengan ekstensi .id.Berikut ini adalah beberapa domain Indonesia beserta jenis surat izin yang harus disertakan saat registrasi :
1.      .co.id
Diperuntukkan bagi perusahaan swasta yang memiliki badan hokum legal. Persyaratan untuk registrasi : KTP, NPWP, SIUP, dan Surat Pendaftaran Merk atau Hak Paten, jika digunakan untuk menjual produk yang diproduksi sendiri.
2.      .go.id
Diperuntukkan bagi instansi dan institusi milik pemerintah resmi.
Persyaratan yang dibutuhkan untuk registrasi : SK Kepala Instansi atau pejabat setara eselon 2, struktur organisasi dari instansi tersebut dan nama instansi harus dijadikan sebagai nama domain.
3.      .ac.id
Diperuntukkan bagi lembaga pendidikan atau kursus dengan jenjang minimal setara diploma 1.
Persyaratan untuk domain ac.id : SK pendirian lembaga dari Kementrian Pendidikan Nasional, SK Rektor, surat kuasa dari rektor dan KTP penanggung jawab domain.
4.      .net.id
Disediakan untuk penyelenggara jasa telekomunikasi yang legal.
Persyaratan untuk domain .net.id : Salinan izin penyelenggaraan jasa telekomunikasi dari pemerintah dan KTP penanggung jawab domain
5.      .or.id
Untuk organisasi atau komunitas resmi yang memiliki izin.
Persyaratan untuk registrasi : Surat izin organisasi dan KTP penanggungjawab domain.
6.      .shc.id
Digunakan untuk lembaga pendidikan setingkat SD-SMA.
Persyaratan registrasi domain .sch.id : Surat pengajuan resmi dari Kepala Sekolah yang bersangkutan dan KTP penanggung jawab domain.
7.      .web.id
Disediakan untuk pemilik website atau blog pribadi.
Persyaratan registrasi : KTP pemilik website atau blog bersangkutan
8.      .mil.id
Digunakan bagi kalangan militer.
9.      .war.net.id  
Digunakan bagi warung internet


Dalam dunia TLD, beberapa pakem domain yang memiliki arti tersendiri seperti :
·     .biz : Digunakan untuk keperluan bisnis.
·      .com : Digunakan untuk keperluan komensial.
·      .edu : Digunakan untuk keperluan pendidikan.
·      .info : Digunakan untuk keperluan informasi.
·      .name : Digunakan untuk keperluan web pribadi.
·      .net : Digunakan untuk keperluan internet.
·      .org : Digunakan untuk keperluan organisasi.
·      .pro : Digunakan untuk keperluan profesional.
·          .aero : Digunakan untuk perusahaan penerbangan.
·          .asia : Digunakan untuk domain di asia.
·          .cat : Digunakan untuk kategori.
·          .coop : Digunakan untuk perusahaan cooperation.
·          .edu : Digunakan untuk pendidikan.
·          .gov : Digunakan untuk pemerintahan.
·          .int : Digunakan untuk internasioal.
·          .jobs : Digunakan untuk pekerjaan.
·          .mil : Digunakan untuk militer.
·          .mobi : Digunakan untuk keperluan mobile communication.
·          .tel : Digunakan untuk telekomunikasi.
·          .museum : Digunakan untuk website musium.
·         .travel : Digunakan untuk perjalanan

   
Keuntungan memiliki Domain IDadalah : hasil pencarian sebuah website/situs, lebih diutamakan di search engine. Sehingga situs yang menggunakannya lebih diunggulkan peringkatnya dalam hasil pencarian di google. Selain itu Domain ID membuat tampilan website lebih professional. Pengunjung menjadi mudah mengingat domain sebuah website.


Layanan register nama domain tingkat tinggi Indonesia (ccTLD-ID), saat ini dikelola oleh PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia). Sebelum di pegang PANDI, domain id di kelola oleh DEPKOMINFO yang sebelumnya diatur oleh IDNIC. 


PANDI merupakan organisasi nirlaba yang dibentuk oleh komunitas Internet Indonesia bersama pemerintah pada 29 Desember 2006 untuk menjadi registry domain .id.  Pada 29 Juni 2007, pemerintah melalui Departemen Komunikasi dan Informatika RI  secara resmi menyerahkan pengelolaan seluruh domain internet Indonesia kepada PANDI, selain go.id dan mil.id. 


Penyerahan pengelolaan domain .id ini dituangkan dalam Berita Acara Penyerahan Pengelolaan Domain .id no. BA–343/DJAT/MKOMINFO/6/2007 dari Dirjen Aptel ke PANDI. Apapun yang dicari, dikeluhkan dan diperlukan mengenai domain id, datanglah ke PANDI.


Saat ini, perusahaan tempat saya bekerja sudah mempunyai web khusus dengan domain id yang unik. Membuat kami karyawannya bangga dan mencintainya sepenuh hati. Siapa mau menyusul ?